Tsunami Pesisir Lampung

Eks Hotel 56 Kalianda Jadi Tempat Penampungan Korban Tsunami

Gelombang tsunami Selat Sunda terjadi akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Sabtu, 22 Desember 2018 lalu.

Eks Hotel 56 Kalianda Jadi Tempat Penampungan Korban Tsunami
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Kondisi rumah warga di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, yang rusak parah diterjang tsunami, Senin, 31 Desember 2018. 

Eks Hotel 56 Kalianda Jadi Tempat Penampungan Korban Tsunami

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAJABASA - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyiapkan eks Hotel 56 Kalianda sebagai tempat penampungan sementara (shelter) warga Kecamatan Rajabasa dan Kalianda yang rumahnya hancur diterjang tsunami.

"Kita siapkan shelter untuk warga yang rumahnya hancur terkena gelombang tsunami. Ada sekitar 120 tempat yang kita siapkan," kata Plt Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan Sefri Masdian, Senin, 31 Desember 2018.

Sefri menambahkan, pemerintah juga sedang mencari lokasi yang nantinya akan dijadikan tempat merelokasi korban tsunami, terutama warga asal Desa Way Muli Timur, Way Muli Induk, dan Kunjir.

Sekolah Rusak Berat Diterjang Tsunami, Siswa SD Negeri 2 Kunjir Pindah Belajar

Rekonstruksi Wilayah Terdampak Tsunami Difokuskan di 4 Desa

Gelombang tsunami Selat Sunda terjadi akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Sabtu, 22 Desember 2018 lalu.

Akibatnya, sebagian badan gunung api tersebut runtuh ke laut.

Dalam bencana itu, ratusan rumah warga di kawasan pesisir Lampung Selatan luluh lantak.

Tsunami Selat Sunda juga menelan 118 korban jiwa.

Sementara ratusan lainnya luka-luka.

Sampai saat ini juga masih terdapat sekitar delapan orang yang dilaporkan hilang. (*) 

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved