Belum Ada Penyelesaian, 2 Kasus Ini Jadi PR Polres Pesawaran

Polres Pesawaran berhasil melakukan penyelesaian sebanyak 13 kasus potensi konflik dari total sebanyak 15 konflik di wilayah hukum Polres Pesawaran

Belum Ada Penyelesaian, 2 Kasus Ini Jadi PR Polres Pesawaran
Tribunlampung/Eka
Ekspose akhir tahun polres pesawaran 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Polres Pesawaran berhasil melakukan penyelesaian sebanyak 13 kasus potensi konflik dari total sebanyak 15 konflik di wilayah hukum Polres Pesawaran di tahun 2018.

"Potensi konflik Polres Pesawaran untuk tahun 2018 sebanyak 15 kasus. Yang dapat diselesaikan sebanyak 13 kasus dan dua kasus belum ada penyelesaian," ungkap Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro, Selasa, 1 Januari 2019.

Kedua kasus yang belum terselesaikan yaitu pertama, Lapangan Desa Roworejo digunakan sebagai tempat penampungan sementara pada saat pembangunan pasar Roworejo.

Dan pada saat pembangunan sudah selesai, pedagang keberatan untuk pindah ke bangunan baru pasar dikarenakan jumlah kios tidak sesuai dengan jumlah pedagang.

"Sehingga memicu konflik antara para pedagang pasar Roworejo dengan warga Desa Roworejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran," paparnya.

Langkah yang telah dilakukan, sambung Popon, adalah melakukan mediasi kedua belah pihak, koordinasi dengan pihak terkait, dan deteksi gejolak yang terjadi.

VIDEO - Malam Tahun Baru 2019, Pemkab Tanggamus Sajikan Hadroh dan Qasidah

"Situasi terakhir sudah beredar surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah desa Roworejo meminta pedagang untuk segera pindah karena lapangan akan digunakan oleh karang taruna desa Roworejo dan menimbulkan pro kontra di kalangan pedagang," terangnya.

Lanjut Popon menerangkan kedua adalah para pengelola tambang mas liar membuang limbah di sungai Way Ratay sehingga mengakibatkan air sungai tersebut kotor dan tercemari dengan limbah tong.

Sehingga warga yang menggunakan air tersebut mengalami gatal-gatal dan ikan-ikan ataupun sejenisnya mati.

"Sehingga menimbulkan konflik antara masyarakat selaku penambang emas liar dan pengelolah dengan pihak yang mengatasnamakan adat marga Way Ratay," tuturnya.

615 Kasus Diungkap Polres Lampura Selama Tahun 2018

Langkah yang telah dilakukan adalah pendekatan kedua belah pihak, pemantauan di lokasi, membuat laporan.

"Situasi terakhir Kapolsek Padang Cermin, Dan Ranmil Padang Cermin, Camat Way Ratay, Camat Padang Cermin, dan tokoh adat marga Way Ratay melakukan rapat koordinasi menyikapi pengolahan emas di Keratun Sanggi," pungkasnya. (eka)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved