BPKK PKS Bantu Pengungsi Tsunami yang Belum Tersentuh Bantuan

BPKK Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bandar Lampung, Yuni Karnelis, beserta rombongan menyalurkan bantuan untuk pengungsi tsunami.

BPKK PKS Bantu Pengungsi Tsunami yang Belum Tersentuh Bantuan
Tribunlampung/Beni
Ketua BPKK PKS Bandar Lampung Pimpin Rombongan Bantu Pengungsi Tsunami yang Belum Tersentuh Bantuan 

Laporan Reporter Tribun Lampung Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL – Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bandar Lampung, Yuni Karnelis, beserta rombongan menyalurkan bantuan untuk pengungsi tsunami.

Ada dua lokasi yang didatangin oleh rombongan BPKK PKS Bandar Lampung ini, pertama di daerah Way Halim dan yang kedua di Kampung Talang Ulu, Minggu malam (30/12/2018).

Yuni menjelaskan, pengungsi  tsunami yang di Way Halim berasal dari Gudang Lelang, Teluk Betung Selatan. Berjumlah sekitar 20 orang. Kepala keluarga mereka sebagian besar adalah nelayan.  Sudah 7 hari mereka mengungsi, karena takut tsunami datang lagi.

“Intinya mereka masih trauma dengan peristiwa tsunami kemarin, jadi mengungsi sampai ke Way Halim. Keberadaan mereka di Way Halim tidak diketahui, sampai hari Minggu pagi kemarin ada relawan PKS yang memberitahu saya”, kata Yuni.

TNI AL Selamatkan Korban Tsunami Lampung, Bertahan Hidup 9 Hari Terdampar di Batang Pohon

Sedangkan untuk yang mengungsi di Kampung Talang Ulu, Ranji, Lampung Selatan, merupakan warga Kelurahan Panjang Selatan yang rumahnya di atas Laut. Jumlah yang mengungsi totalnya 20 orang juga.

Epen, salah satu warga Panjang yang ikut mengungsi ke Kampung Talang Ulu mengatakan, mereka mengungsi sejak hari pertama kejadian tsunami. Mayoritas mereka mendirikan rumah di atas laut. Saat tsunami terjadi rumah mereka rusak terkena ombak. Sampai sekarang Epen belum bias memastikan kapan akan kembali ke rumahnya di Panjang.

Untuk bantuan yang disalurkan ke pengungsi di dua lokasi itu, terdiri dari bantuan makanan, selimut, popok sekali pakai untuk bayi dan balita, serta obat-obatan.

“Semoga semua cepat pulih, mereka bisa kembali ke rumah masing-masing. Yang perlu jadi perhatian kita semua saat ini adalah ketidakpastian yang dihadapi pengungsi ini. Mereka trauma peristiwa tsunami kemarin. Ini perlu dicarikan solusinya oleh kita semua, sehingga mereka tidak berlama-lama berada di pengungsian”, tutur Yuni. (ben)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved