Ahli Vulkanologi Mbah Rono: Jangan Kriminalisasi Gunung Anak Krakatau

Ahli Vulkanologi Surono atau Mbah Rono: Jangan kriminalisasi Gunung Anak Krakatau, Ini Alasannya

Ahli Vulkanologi Mbah Rono: Jangan Kriminalisasi Gunung Anak Krakatau
KOMPAS/RIZA FATHONI
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). 

Dimana para nelayan dan juga pengunjung dilarang mendekati gunung api tersebut dalam jarak 5 kilometer.

GAK merupakan gunung api yang tumbuh di lokasi bekas letusan dasyat Krakatau pada 1883 silam.

Gunung api ini mulai muncul ke permukaan laut sejak tahun 1930 silam.

Sejak saat itu GAK terus tumbuh.

Polwan Dipecat di Makassar Setelah Foto-fotonya Disebar Polisi Gadungan, Pelakunya Napi di Lampung

Selama kurun waktu 88 tahun kehadirannya, GAK terus menunjukkan fluktuasi aktivitas vulkaniknya.

Sebelum mengalami erupsi hebat pada Sabtu (22/12/2018) lalu yang memicu tsunami di Selat Sunda.

GAK sudah beberapa kali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

Tercatat terakhir GAK sempat mengalami erupsi cukup hebat pada bulan September 2012.

Dimana semburan debu vulkanik GAK sempat membuat heboh warga Bandar Lampung dan Pesawaran.

Pada tahun 2018 ini, GAK mulai menunjukan peningkatan aktivitasnya sejak bulan Juni lalu.

Halaman
123
Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved