Pasca Bencana Tsunami, Besok Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Tetap Berjalan

Dinas Pendidikan Lampung Selatan memastikan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mulai besok tetap berjalan pasca liburan sekolah

Pasca Bencana Tsunami, Besok Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Tetap Berjalan
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Kondisi Bangunan SD Negeri 2 Kunjir yang rusak parah 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Dinas Pendidikan Lampung Selatan memastikan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mulai besok tetap berjalan pasca liburan sekolah. Begitu juga dengan anak-anak yang terpaksa mengungsi akibat tsunami selat Sunda.

Kepala Dinas Pendidikan Thomas Amirico mengatakan, bagi anak-anak pengungsi KBM berjalan di tempat pengungsian, atau di tempat darurat. Thomas mengatakan, pasca tsunami tercatat empat gedung sekolah rusak.

Alat Tangkap Rusak Diterjang Tsunami, Nelayan Khawatir Tak Bisa Melaut

Khusus untuk SDN 2 Kunjir yang kondisinya rusak parah, proses KBM akan dipindahkan ke SDN 1 Kunjir dan SDN Batu Balak.

Berdasarkan data dinas pendidikan, sebanyak 316 siswa dari seluruh sekolah terkena ampak tsunami. Dari jumlah itu, 232 pelajar merupakan siswa SDN 1 Kunjir dan 145 pelajar merupakan siswa SDN 2 Kunjir.

"Kita gabungkan ke sekolah terdekat terlebih dahulu. Menunggu proses perbaikan gedung sekolah selesai, atau ada gedung yang bisa digunakan sementara," terang Thomas, Minggu (6/1)

Sedangkan bagi siswa yang ikut orangtuanya mengungsi di lapangan tenis Indoor dan di SDN 1 Way Urang, proses belajar mengajar akan berjalan di tenda darurat yang berdekatan dengan tempat pengungsian.

Kerugian akibat Tsunami di Tanggamus Rp 4 Miliar

"Untuk siswa yang ikut mengungsi dengan keluarganya ke tempat kerabat akan diikutkan pada sekolah terdekat di tempat mereka mengungsi," kata Thomas.

Para siswa korban tsunami ini juga telah menerima bantuan alat tulis untuk belajar dan juga sarana sekolah lainnya, seperti pakaian dan tas.

Untuk tenaga pengajar di sekolah darurat, nantinya akan dibantu oleh para relawan. Mereka telah menyatakan siap untuk membantu para guru mengajar anak-anak.

"Para relawan ini sudah mengajukan diri membantu mengajar. Sehingga proses KBM tetap bisa berjalan," ujar Thomas.(ded)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved