Bangun Masjid Istiqlal di Era Presiden Soekarno dan Mengabdi 66 Tahun, Mbah Parno Diganjar Rumah

Sejak pemancangan tiang pertama oleh Presiden Soekarno pada 24 Agustus 1961, Mbah Parno telah berganti-ganti pekerjaan di Masjid Istiqlal.

Bangun Masjid Istiqlal di Era Presiden Soekarno dan Mengabdi 66 Tahun, Mbah Parno Diganjar Rumah
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Mbah Suparno, pegawai Masjid Istiqlal yang dapat hadiah rumah dari Kementerian Agama, ditemui di rumahnya di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019). 

Bangun Masjid Istiqlal di Era Presiden Soekarno dan Mengabdi 66 Tahun, Mbah Parno Diganjar Rumah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Di usianya yang hampir menyentuh satu abad, Suparno akhirnya mendapatkan ganjaran atas kerja kerasnya selama puluhan tahun.

Kakek yang biasa disapa Mbah Parno ini mendapat hadiah rumah di Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Ke-73 tahun 2019, Jumat (4/1/2019) lalu.

Bukan sembarang orang bisa mendapatkan hadiah ini.

Dengan usia mencapai 95 tahun, Mbah Parno mendapat hadiah utama atas pengabdiannya selama 66 tahun di Masjid Istiqlal.

3 Agenda Jokowi di Lampung Tengah, di Antaranya Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Kompas.com berbincang dengan Mbah Parno di rumahnya di Gang Mangga, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).

Selama puluhan tahun, Mbah Parno beserta anak dan cucunya menempati bangunan berukuran sekitar 2x5 meter persegi tanpa kamar di gang itu.

"Rumah ini dulunya sewa, lama-lama sama yang punya tanah dibilang enggak usah bayar," ujar Parno, Sabtu.

Rumah itu, kata Mbah Parno, didirikannya sendiri di tanah milik orang.

Pemiliknya memang meminta Mbah Parno membangun bedeng di situ untuk menjaga agar lahannya tak lagi jadi tempat pembuangan sampah.

Halaman
1234
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved