Tribun Bandar Lampung

Dikonfirmasi soal Dugaan Asusila Terhadap Mahasiswi, Dosen UIN Raden Intan Inisial SH "No Comment"

Dosen UIN Raden Intan Lampung yang diduga mencabuli mahasiswi, berhasil ditemui awak Tribun Lampung.

Dikonfirmasi soal Dugaan Asusila Terhadap Mahasiswi, Dosen UIN Raden Intan Inisial SH
Tribun Lampung/Bayu Saputra
Sejumlah mahasiswa-mahasiswi UIN Raden Intan Lampung menggelar aksi, Jumat, 21 Desember 2018. Mereka bersolidaritas terhadap seorang rekan mahasiswi yang diduga dicabuli oknum dosen. 

Dukungan dari sejumlah pihak mengalir terkait kasus ini. Para pihak meminta kasus tersebut diselesaikan secara tuntas.

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Bandar Lampung berharap ada sanksi tegas terhadap oknum dosen jika secara hukum terbukti melakukan tindak asusila.

"Kami mendukung pihak kepolisian dan rektorat UIN Raden Intan mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan tersebut," kata Kepala Biro Kaderisasi dan Sumber Daya Anggota PC PMII Bandar Lampung Ahmad Distadiy Falamy, Kamis (9/1/2019).

Pihaknya melalui Lembaga Bantuan Hukum PC PMII juga siap mengawal penyelesaian kasus ini sampai tuntas. Apalagi, mahasiswi yang melaporkan kasus tersebut tak lain merupakan kader PMII.

"Kalau benar terjadi, maka nggak boleh dibiarkan. Harus diusut tuntas," ujar Ahmad. "Kalau ada oknum di kampus melakukan tindak asusila, maka harus diberi sanksi tegas," imbuhnya.

Lembaga Perempuan Saburai menyatakan, kasus asusila di lingkungan kampus termasuk potret buram dunia pendidikan. Selama ini, jelas dia, banyak korban tidak berani melapor dengan alasan takut atau malu.

"Semoga dengan banyaknya pihak yang memberi pendampingan, kondisi psikis korban tidak goyang dan tetap bisa menjalani aktivitas secara normal," kata Siti Wurian, aktivis Lembaga Perempuan Saburai.

Sementara Kelompok Studi Kader (Klasika) merasa miris atas mencuatnya kasus dugaan asusila terhadap mahasiswi di UIN Raden Intan. Dalam catatan Klasika, kasus seperti ini merupakan kasus keempat dalam tiga tahun terakhir. Termasuk, kasus serupa di Universitas Lampung pada tahun 2018 lalu.

"Merupakan hal yang luar biasa karena terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Lebih miris lagi, pelakunya diduga oknum pendidik yang seharusnya memberi contoh moral yang baik kepada anak-anak didiknya," ujar Penanggungjawab Program Klasika Een Riansah.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved