Tribun Lampung Selatan

VIDEO - Pasca Diterjang Tsunami, Nelayan PPI Bom Belum Berani Melaut

PPI Kalianda juga menjadi tempat persinggahan nelayan-nelayan dari Cirebon, Banten, dan Lempasing.

“Sekarang belum banyak yang melaut, karena rata-rata masih memperbaiki kapal. Paling setiap harinya hanya ada 5-8 kapal yang melaut. Itu pun baru tiga hari terakhir,” ujarnya.

Sedangkan nelayan-nelayan dari luar daerah, kata dia, belum ada yang kembali singgah ke PPI Bom.

Kemungkin nelayan dari luar daerah tersebut baru akan datang dalam 4-5 hari ke depan.

“Kemarin teman-teman nelayan dari Cirebon yang sudah menginformasikan mereka akan datang ke PPI Bom 4-5 hari lagi. Karena mereka juga baru kembali melaut,” tereang Badri.

Menurut dia, sebenarnya untuk hasil tangkapan ikan saat ini relatif cukup bagus.

Anak buahnya yang melaut bisa mendapatkan tangkapan 5 kuintal.

Selain masih memperbaiki alat tangkap, sebagian nelayan juga masih trauma dengan tsunami yang baru pertama terjadi dalam dalam 80 tahun terakhir.

“Memang masih banyak juga yang belum berani melaut. Karena memang tsunami lalu merupakan kejadian pertama. Kalau menurut cerita orangtua dahulu, tsunami terjadi saat Krakatau (induknya Gunung Anak Krakatau) meletus besar 1883. Setelah itu belum pernah lagi,” Badri. (*) 

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved