Tribun Bandar Lampung

Ari Difabel Tuna Daksa Tangan dan Kaki Antusias Ikuti Pelatihan ICT

Keterbatasan bukanlah suatu halangan bagi seseorang untuk mencapai keinginan yang dicita-citakan.

Ari Difabel Tuna Daksa Tangan dan Kaki Antusias Ikuti Pelatihan ICT
Tribunlampung/Eka
Puluhan Difabel Tuna Daksa Asal Lampung Belajar Internet 

"Saya melihat mereka ada rasa saling memiliki dan mereka aja tidak menyerah. Itu juga yang buat saya tetap semangat," katanya.

Waspada, Selain Bandar Lampung 3 Wilayah di Lampung Akan Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir

Lanjut Ari mengatakan motivasinya mengikuti kegiatan pelatihan sendiri karena dirasa masih kurangnya pemahaman komputer khususnya pada aplikasi Photoshop.

"Saya merasa perlu sekali pelatihan semacam ini di dunia kerja. Karena kan sekarang pada saat lihat lowongan banyak kesempatan untuk disabilitas tapi butuhnya yang bisa mengoperasikan komputer. Makannya tertarik dan senang banget mengikuti kegiatan semacam ini," tukasnya.

Sementara peserta lainnya, Anton warga Tanjung Bintang, Lampung Selatan (Lamsel), yang menderita difabel tuna daksa dengan kondisi kedua kakinya (mata kaki hingga jari-jari kaki) miring sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan.

Menurutnya, tujuan mengikuti kegiatan pelatihan kali ini adalah agar kedepannya bisa membuka usaha secara mandiri dan menciptakan lapangan kerja.

"Ya senang sekali ada kegiatan pelatihan seperti ini. Kalau untuk komputer memang agak sedikit ngerti namun kalau design grafis baru mau belajar supaya bisa dan dapat dimanfaatkan kedepannya," paparnya.

Ia menceritakan kondisi difabel tersebut terjadi bukan karena bawaan lahir melainkan terjadi pada saat ia menyelesaikan pendidikan di sekolah dasar (SD).

Waktu dari lahir sebenarnya kondisinya normal bahkan dari kelas 1 sampai kelas 4 SD sempat normal jalannya. Setelah itu sempat mengalami panas (sakit) dan disuntik oleh dokter sehingga kondisinya menjadi seperti ini.

"Karena sesudah sakit itu kan masih tidak kelihatan mengalami difabel atau tidak karena jalannya masih normal seperti biasa. Namun setelah lulus SD baru mulai kelihatan agak sedikit bengkok," paparnya.

Penanganan untuk kondisi kedua kakinya tersebut sudah dilakukan yakni dengan jalan operasi namun mengalami kegagalan karena kehabisan biaya.

Halaman
1234
Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved