Tribun Bandar Lampung

Mengaku Jarang Dapat Order, Pengojek Online Menyambi Jual Ganja

Beralasan jarang dapat order penumpang, seorang pengojek online menyambi menjadi kurir ganja.

Mengaku Jarang Dapat Order, Pengojek Online Menyambi Jual Ganja
Today Online
ilustrasi pria diborgol. 

Mengaku Jarang Dapat Order, Pengojek Online Menyambi Jual Ganja

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Beralasan jarang dapat order penumpang, seorang pengojek online menyambi menjadi kurir ganja. Namun, baru dua kali mengantar pesanan, ia terjaring Tim Operasional Polsek Sukarame.

Jamas Suta (22), nama pengojek online tersebut, kini berstatus tersangka. Bisnis haramnya terendus polisi pada Senin, 24 Desember 2018. Tim Opsnal Polsek Sukarame membekuknya saat mengantar ganja siap pakai.

Polisi Gulung Tiga Tersangka Narkoba, Barang Bukti Sabu, Ekstasi, hingga Ganja

"Tim Opsnal Polsek Sukareme dapat informasi akan terjadi transaksi narkoba di Gang Nuri, Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Way Halim. Setelah penyelidikan, kami bergerak pukul 21.30 WIB," jelas Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sukarame Inspektur Dua Gustomi Dendi, Rabu (16/1).

Di lokasi, Gustomi mengungkapkan, Tim Opsnal mendapati Jamas sedang menunggu pemesan ganja. Tim lantas melakukan penggeledahan terhadap warga Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Kebun Jeruk, Kecamatan Tanjungkarang Timur itu.

Dari hasil penggeledahan, Tim Opsnal menemukan sembilan paket ganja kering serta paket sedang ganja.

"(Jumlahnya) sekitar empat ons. Kami langsung melakukan pengembangan. Kami dapat informasi bahwa barang tersebut dari rekannya, Siswanto (25)," beber Gustomi.

BREAKING NEWS - Kado Tahun Baru, Polda Lampung Sita 60 Kg Sabu dan 295 Kg Ganja

Malam itu juga, pihaknya langsung melakukan penyergapan di rumah Siswanto di Jalan Agus Salim, Gang Darma, Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjungkarang Pusat.

"Kami mengamankan tersangka kedua tanpa perlawanan. Saat penggeledahan, ada ganja di kamarnya seberat setengah kilogram," kata Gustomi.
Atas perbuatannya, tersangka Siswanto dan Jamas terjerat pasal 114 ayat 1 subpasal 111 ayat 1

Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Kepada awak media, tersangka Jamas mengaku menjadi kurir ganja untuk mendapatkan uang tambahan.

"Ya kerjaan saya ojek online. Seserannya (uang tambahan) ini (mengantar ganja)," ujarnya.
Jamas mengungkapkan, ganja tersebut berasal dari seseorang yang berada di Kecamatan Panjang. Ia memperolehnya bekerjasama dengan Siswanto.

"Saya cuma perantara. Keuntungan Rp 900 ribu per kg. Saya baru sebulan ini. Sudah dua kali (mengantar ganja)," katanya. (nif)

Penulis: hanif mustafa
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved