Tribun Bandar Lampung

Sopir Truk Jadi Tersangka Penggelapan 9,7 Ton Bungkil Sawit, Modus Pura-pura Kecelakaan

Lima pria harus berurusan dengan kepolisian. Mereka menjadi tersangka kasus penggelapan bungkil sawit.

Sopir Truk Jadi Tersangka Penggelapan 9,7 Ton Bungkil Sawit, Modus Pura-pura Kecelakaan
Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
Kapolsek Panjang Kompol Sopingi (tengah) bersama Kasubbag Humas Polresta Bandar Lampung AKP Titin Maezunah (kiri) menunjukkan barang bukti dalam ekspose kasus penggelapan, Rabu (16/1/2019). Mereka turut menghadirkan lima tersangka (menghadap belakang). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Lima pria harus berurusan dengan kepolisian. Mereka menjadi tersangka kasus penggelapan bungkil sawit. Modusnya, berpura-pura mengalami kecelakaan.

Lima tersangka itu masing-masing Ari (35), Reki Ferdiansyah (24), Aris Kurniawan (28), Tomi Handoko (24), dan Asep (22). Ari adalah sopir truk ekspedisi yang mengangkut bungkil sawit tersebut.

Kapolsek Panjang Komisaris Sofingi mengungkapkan, kasus penggelapan INI bermula saat Ari mendapat order mengantar bungkil sawit menggunakan truk. Rutenya dari Jambi ke Bandar Lampung.

"Ari mengantar bungkil sawit seberat 19,44 ton menggunakan truk fuso bernomor polisi BE 9462 BN pada Sabtu malam, 1 Desember 2018, sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, dalam perjalanan, Ari dapat saran dari Reki untuk menggelapkan sebagian muatannya," kata Sofingi saat ekspose kasus di kantornya, Rabu (16/1/2019).

Tersangka Ari bersama Reki menggelapkan sebagian dari muatan bungkil sawit tersebut, yakni 9,7 ton. Adapun yang membongkar muatan bungkil sawit adalah Tomi, Asep, dan Aris.

"Mereka menjual 9,7 ton bungkil sawit kepada seseorang berinisial D dengan harga Rp 1.000 per kilogram," ujar Sofingi. "Supaya muatan tetap 19,44 ton, mereka mengganti bungkil sawit dengan pasir," sambungnya.

Ari kemudian melanjutkan perjalanan. Akan tetapi, beber Kompol Sofingi, sebelum tiba di tujuan, warga Teluk Ambon, Kecamatan Panjang, ini berinisiatif merekayasa kecelakaan truk.

Tak percaya, pihak ekspedisi melapor kejadian itu ke Polsek Panjang. Laporan terdaftar dengan nomor LP/B/435/XII/2018/LPG/Resta Balam/Polsek Panjang, tertanggal 10 Desember 2018.

"Setelah penyelidikan, ternyata truk tidak mengalami kecelakaan. Kami konfimasi ke pihak ekspedisi, ternyata sebagian muatan bungkil sawit tercampur pasir," terang Sofingi.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved