Jelang Debat Capres Perdana Malam Ini, Mahasiswa BEM Se-Indonesia Demo di Depan Lokasi Debat

Jelang Debat Capres Perdana Malam Ini, Mahasiswa BEM Se-Indonesia Demo di Depan Lokasi Debat

Jelang Debat Capres Perdana Malam Ini, Mahasiswa BEM Se-Indonesia Demo di Depan Lokasi Debat
(KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh Indonesia menggelar aksi di depan Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Hotel Bidakara merupakan lokasi diadakannya debat perdana calon presiden dan calon wakil presiden. Para mahasiswa menuntu agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyelenggarakan debat capres dan cawapres di salah satu kampus yang ada di Indonesia, Kamis (17/1/2019). 

Calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin akan bersua dengan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Debat perdana tersebut bakal disiarkan secara langsung atau live Kompas TV, TVRI, dan RTV.

Selain live Kompas TV, TVRI, dan RTV, Debat Capres 2019 malam ini juga dapat disaksikan melalui live streaming via ponsel.

Tautan atau link live streaming Debat Capres 2019 dapat dilihat pada akhir artikel ini.

 DEBAT CAPRES 2019 Live Streaming Malam Ini Pukul 20.00 WIB Live Kompas TV, TVRI, RTV

Ilustrasi - Debat Capres 2019 malam ini mulai pukul 20.00 WIB, Kamis, 17 Januari 2019.
Ilustrasi - Debat Capres 2019 malam ini mulai pukul 20.00 WIB, Kamis, 17 Januari 2019. (tribun)

Bagaimana prediksi debat yang akan berlangsung?

Peneliti dari the Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya memberikan prediksi yang hendak disampaikan oleh masing-masing pasangan capres-cawapres, terkait isu terorisme dalam debat pertama.

Menurut Harits, pasangan nomor 01, Jokowi-Ma'ruf Amin, tidak akan menyodorkan gagasan baru dalam hal penanganan terorisme dan radikalisme.

Kecuali, bahasa normatif mengenai upaya peningkatan secara terpadu dari proyek kontra terorisme, yang sudah digelar selama ini.

“Jika tidak menguasai fenomena terorisme dari mulai soal akar terorisme dan realitas pencegahan serta penindakan (terorisme dan radikalisme), maka larinya kepada hal normatif saja,” kata Harits saat dihubungi, Kamis (17/1/2019).

Soal pencegahan dan penindakan, kata Harits, hal itu akan mengacu ke regulasi baru, yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Halaman
1234
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved