Amalan Hari Jumat - Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi

Sebelum membahas keutamaan membaca surat Al Kahfi yang bisa menjadi amalan Hari Jumat, sejumlah dalil sahih

Amalan Hari Jumat - Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi
kompas.com/shutterstock
Ilustrasi - Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi pada Hari Jumat. 

1. Hari Paling Istimewa dalam Setiap Pekan

Tanda hari Jumat istimewa terlihat dari perintah Allah SWT, yang mewajibkan setiap laki-laki untuk salat Jumat.

Pertanda itu menunjukkan hari Jumat sangat istimewa.

Bagaimana pada hari itu, Islam memperlihatkan persatuan umat, yang tidak membedakan golongan dan status berkumpul, dan duduk sejajar dalam satu masjid.

Bersilaturahmi setiap minggu melalui hari yang sangat istimewa.

Mengenai kebesaran Hari Jumat disampaikan melalui sabda Rasulullah SAW berikut Ini.

Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Hari ini yaitu hari besar yang Allah tentukan untuk umat Islam, jadi siapa yang akan menghadiri salat Jumat sebaiknya mandi terlebih dulu. ” (HR. Ibnu Majah)

2. Hari Paling Bersejarah karena Melihat Manusia dan Insan Paling Agung

Banyak peristiwa besar dalam kejadian yang sebagian kita jarang memperhatikan:

- Hari Jumat kerupakan proses diciptakannya manusia pertama.

- Allah menciptakan Nabi Adam alaihissallam serta mewafatkannya.

- Kemudian pada Jumat pula, hari di mana Nabi Adam alaihissallam dimasukkan ke dalam surga.

- Hari Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi.

- Hari yang dipercaya akan terjadinya kiamat, seperti dimanfaatkan dalam berbagai sumber di Alquran dan Al Hadis.

Mengenai hal itu, tercantum dalam Sabda Rasulullah SAW.

Seperti diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:

“Hari terbaik di mana matahari terbit pada hari itu yaitu hari Jumat, pada hari itu Adam diciptakan, serta pada hari itu juga Adam dimasukkan ke dalam surga, dan diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat bakal berlangsung, pada hari itu ada satu saat di mana tidaklah seseorang mukmin salat menghadap Allah menginginkan 
kebaikan terkecuali Allah bakal mengabulkan permintaannya.” (HR. Muslim)

3. Mendapatkan Pahala dari Salat Jumat, Setara Orang Beribadah 1 Tahun

Sebagaimana disampaikan Aus bin Aus z yang berkata, Rasulullah bersabda:

”Siapa yang mandi pada hari Jumat, lalu bersegera pergi menuju masjid, serta tempati saf paling depan lalu dia diam, jadi tiap-tiap langkah yang dia ayunkan 
memperoleh pahala puasa serta salat sepanjang setahun, serta itu yaitu hal yang mudah untuk Allah.“ (HR. Ahmad serta Ashabus Sunan, dinyatakan sahih oleh Ibnu 
Huzaimah).

4. Hari Dihapuskannya Dosa-dosa Jika Benar-benar Bertobat

Pengampunan dosa kepada umat jatuh pada hari Jumat.

Hal itu disampaikan oleh Salman Al Farisi z, yang berkata, Rasulullah bersabda:

“Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai sama kekuatan, membereskan rambutnya, memoleskan minyak wangi, lantas pergi ke masjid, serta masuk masjid tanpa ada melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, lalu salat sesuai sama tuntunan serta diam ketika imam berkhutbah, pasti diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumat.“ (HR. Bukhari)

Hal itu kemudian diperkuat hadis berikut.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya, dari Salman dia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya kepadaku, “Apakah kamu tahu hari Jumat itu?” Aku menjawab, “Hari Jumat adalah hari Allah mengumpulkan Nabi Adam.”

Beliau menjawab, “Tapi aku mengetahui apa hari Jumat itu. Tidaklah seseorang menyempurnakan bersucinya, lalu mendatangi salat Jumat, kemudian diam hingga imam selesai melaksanakan salatnya, melainkan akan menjadi penghapus dosa antara Jumat itu dengan Jumat setelahnya, jika dia menjauhi dosa besar.”

Masih dalam Al Musnad, dari Atha' al Khurasani, dari Nubaisyah al Hudzaliy bahwa dia meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Bahwasanya jika 
seorang muslim mandi pada hari Jumat, lalu datang ke masjid dan tidak menyakiti seseorang; dan jika dia mendapati imam belum datang di masjid, dia salat hingga imam datang; dan jika ia mendapati imam telah datang, dia duduk mendengarkan khutbah, tidak berbicara hingga imam selesai melaksanakan khutbah dan salatnya. Maka (balasannya) adalah akan diampuni semua dosa-dosanya pada Jumat tersebut atau akan menjadi penebus dosa Jumat sesudahnya."

5. Jika Meninggal pada hari Jumat, Tanda Meninggal dalam Kebaikan dan Jaminan Masuk Surga

Orang yang meninggal dunia saat malam Jumat atau siangnya, yaitu sinyal husnul khatimah, yakni dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

Hal itu diperkuat oleh Sabda Rasulullah SAW.

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru, Rasulullah bersabda: ”Tiap-tiap muslim yang mati pada siang hari Jumat atau malamnya, pasti Allah bakal menyelamatkannya dari 
fitnah kubur.” (HR. Ahmad serta Tirmizi, dinilai sahih oleh Al-Bani).

6. Hari di mana Zat Yang Maha Agung, Allah SWT Memperlihatkan Diri pada Hamba-Nya yang Beriman di Surga.

Hari yang luar biasa, inilah yang paling dirindukan umat, yakni bertemu sang pencipta.

Allah berfirman: "Mereka di dalam surga memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya." [QS 50:35].

Anas bin Malik mengomentari tambahannya dalam ayat ini:

"Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat."

7. Hari Paling Mustajab

Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda: “Sebenarnya pada hari Jumat ada saat mustajab apabila seseorang hamba muslim melakukan salat serta memohon suatu hal pada Allah pada saat itu, pasti Allah bakal mengabulkannya. Rasululllah memberikan isyarat dengan tangannya melukiskan sekurang-kurangnya waktu itu." (H. Muttafaqun Alaih)

Ibnu Qayyim Al Jauziah – sesudah menguraikan ketidaksamaan pendapat mengenai kapan saat itu – menyampaikan: “Di antara demikian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, seperti diperlihatkan dalam banyak hadis yang sahih, pertama waktu duduknya khatib hingga selesainya salat. Kedua, setelah Ashar, serta ini yaitu pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi." (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390).

 11 Amalan Sunnah Sebelum dan Sesudah Salat Jumat, Yuk Sempurnakan Ibadah di Hari Jumat!

8. Hari Paling Utama untuk Sedekah

Hari paling utama untuk sedekah, dan sangat dianjurkan.

Hal itu sebagaimana disampaikan Ibnu Qayyim, yang berkata:

“Sedekah pada hari itu dibanding dengan sedekah pada enam hari yang lain laksana sedekah pada bulan Ramadan dibanding beberapa bulan yang lain.“

Hadis dari Ka’ab menerangkan: “Serta sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya.“ (Mauquf Shahih)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dan TribunJogja.com.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved