Tribun Bandar Lampung

Besi Proyek Hotel Jatuh Tembus Plafon Diler, PT Wijaya Kusuma Contractors Siap Tanggung Jawab

PT Wijaya Kusuma Contractors menyatakan siap bertanggung jawab atas kerusakan bangunan diler Honda.

Besi Proyek Hotel Jatuh Tembus Plafon Diler, PT Wijaya Kusuma Contractors Siap Tanggung Jawab
Tribun Lampung/Romi Rinando
Besi hollow sepanjang empat meter jatuh menembus plafon diler Honda Lampung, Jalan Raden Intan, Bandar Lampung. Besi ini merupakan material proyek pembangunan Hotel Grand Mercure di samping diler. PT Istana Lampung Raya, diler resmi Honda Lampung, menjadikan foto ini sebagai barang bukti dalam pelaporan ke Polda Lampung. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ROMI RINANDO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - PT Wijaya Kusuma Contractors menyatakan siap bertanggung jawab atas kerusakan bangunan diler Honda akibat pembangunan Hotel Grand Mecure. Manajemen bahkan memastikan telah mengganti rugi sejumlah kerusakan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Manajer Pelaksana PT Wijaya Kusuma Contractors Hendi mengutarakan pernyataan itu menanggapi laporan PT Istana Lampung Raya, diler resmi Honda Lampung, ke Polda Lampung. Pengaduan tertuang dalam surat bernomor LP 49/1/2019, tertanggal 10 Januari 2019.

PT Istana Lampung Raya melaporkan PT Wijaya Kusuma Contractors selaku pelaksana proyek atas dugaan perusakan bangunan akibat reruntuhan material pembangunan Hotel Grand Mercure. Lokasi proyek hotel tersebut berada di samping diler Honda, di Jalan Raden Intan, Bandar Lampung.

"Untuk besi yang jatuh, sudah kami ganti. Kami tidak lepas tanggung jawab. Setiap ada masalah, kami langsung mediasi dengan pihak diler," kata Hendi melalui ponsel, Selasa (22/1/2019).

Mengenai kejadian runtuhnya bahan material proyek hotel belakangan ini, Hendi mengakui pihaknya belum melakukan ganti rugi.

"Soal kejadian yang belakangan ini, belum. Tapi, kami tidak akan lepas tanggung jawab," ujarnya.

Kuasa hukum PT Istana Lampung Raya, Rahmand Kholid, menjelaskan, kliennya rugi secara materi maupun immateri. Itu akibat seringnya material pembangunan hotel jatuh ke bangunan diler Honda. Mulai dari besi hollow sepanjang empat meter, kunci, hingga baut dan paku beton, sejak Agustus 2018 sampai Januari 2019.

"Sudah sekitar enam kali material jatuh ke bangunan diler Honda. Ini bukan saja merugikan, tapi juga membahayakan. Pernah besi hollow jatuh tembus plafon di ruang kerja diler. Mobil konsumen pernah tertimpa besi. Kami ada bukti dan foto," katanya dalam konferensi pers, Senin (21/1/2019).

Tak berhenti dengan melapor ke polda, PT Istana Lampung Raya juga mengadu ke DPRD Bandar Lampung, Selasa (22/1/2019). Mereka melaporkan PT Wijaya Kusuma Contractors terkait perizinan pembangunan hotel.

Halaman
12
Penulis: Romi Rinando
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved