Perjalanan Uang Suap Rp 400 Juta dalam Plastik Hitam Kasus Fee Proyek Lamsel, 2 Minggu Dibawa Sopir

Fakta dalam sidang mengungkap soal uang suap Rp 400 juta dalam plastik hitam. Gilang Ramadhan selaku kontraktor mengakui menyiapkan

Perjalanan Uang Suap Rp 400 Juta dalam Plastik Hitam Kasus Fee Proyek Lamsel, 2 Minggu Dibawa Sopir
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan (kedua kanan) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Senin, 21 Januari 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Fakta baru terungkap pada kasus suap fee proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan.

Fakta dalam sidang mengungkap soal uang suap Rp 400 juta dalam plastik hitam.

Uang suap Rp 400 juta dalam plastik hitam tersebut ternyata sempat dibawa sopir pribadi seorang pejabat di Lampung Selatan. 

Bupati Nonaktif Lampung Selatan, Zainudin Hasan kembali menjalani sidang lanjutan suap fee proyek di Dinas PUPR Lamsel.

Persidangan berlangsung di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Senin 21 Januari 2019.

Pada sidang kali itu, para saksi yang pernah memegang uang suap Rp 400 juta dalam plastik hitam itu dihadirkan, termasuk cerita para sopir pejabat.

Gilang Ramadhan selaku kontraktor mengakui menyiapkan Rp 400 juta untuk membayar fee proyek Dinas PUPR Lampung Selatan.

Direktur PT Prabu Surya Andalas saat memberi kesaksian dalam persidangan Zainudin Hasan.

Uang Suap Rp 2 Miliar Dimasukkan 4 Kardus, Anggota Nonaktif DPRD Lampung Agus BN Siap Mubahalah

"Itu untuk operasional PUPR, kemudian saya siapkan uang Rp 400 juta, dan saya perintahkan Ulil untuk menyiapkan (uang)," ungkapnya.

Sebelum adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT), Gilang mengaku bahwa ia diminta untuk ke Swiss-belhotel.

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved