Tribun Bandar Lampung

DPRD dan Dinas PU Sepakat Setop Pembangunan Hotel Grand Mercure

Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung dan Dinas Pekerjaan Umum sepakat merekomendasikan penghentian sementara aktifitas PT Wijaya Kusuma

DPRD dan Dinas PU Sepakat Setop Pembangunan Hotel Grand Mercure
Tribun Lampung/Romi Rinando
Rapat kerja Komisi III DPRD dengan PT Istana Lampung Raya (ILR), PT Wijaya Kusuma Contraktor, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Pemukiman dan Perumahan, di ruang lobi DPRD, Rabu (23/1). 

DPRD dan Dinas PU Sepakat Setop Pembangunan Hotel Grand Mercure

Laporan Reporter Tribun Lampung Romi Rinando 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG – Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung dan Dinas Pekerjaan Umum sepakat merekomendasikan penghentian sementara aktifitas  PT. Wijaya Kusuma Contraktor selaku pelaksana pembangunan Hotel Grand Mercure yang berada di Jalan Raden Intan.

Kesepakatan itu dihasilkan dalam rapat kerja  Komisi III DPRD dengan PT Istana  Lampung Raya (ILR), PT Wijaya Kusuma Contraktor, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Pemukiman dan Perumahan, di ruang lobi DPRD, Rabu (23/1).

Besi Proyek Hotel Jatuh Tembus Plafon Diler, PT Wijaya Kusuma Contractors Siap Tanggung Jawab

Agusman Arief, pimpinan rapat mengatakan, keputusan penghentian sementara pembangunan Hotel Grand Mercure berdasarkan hasil rapat dan pandangan sejumlah anggota Komisi III dan  Dinas  Pekerjaan Umum dengan tujuan keselamatan.

“Berdasarkan pandangan anggota, dan  Dinas PU, serta keterangan pihak BKC dan Honda, kami sepakat  merekomendasikan penghentian sementara pembangunan itu, sambil menunggu  BKC bisa menjamin dan  menyelesaikan K3,” jelas Agusman Arief, dalam rapat.

Dalam rapat yang  sempat  panas,  sejumlah anggota Komisi III  berang atas pernyataan pihak BKC yang  diwakili Hendy dan Djuhaedi, yang mengakui  insiden jatuhnya  material ke bangunan PT ILR karena kelalaian, meskipun sudah berulang kali.

Segel Tower BTS Melanggar, 2 Anggota DPRD Bandar Lampung Panjat Ruko 3 Lantai

“Kalau itu sudah sering artinya bukan lagi lalai tapi itu sudah niat.  Bayangkan kalau besi pajang empat meter  jatuh mnimpa manusia. Jadi kita minta hentikan dulu pembangunanya sampai teknis keselamatan kerjanya diperhatikan,” kata Anggota Komisi III Dedi Yuginta.

Sementara Yuhadi,  anggota komisi III lainnya mempertanyakan sikap Kepala Dinas Perumahaan dan Pemukiman Yustam effendi yang tidak setuju menghentikan  pembangunan proyek dengan alasan akan melakukan pengkajian dan rapat terlebih dahulu.

“Kalau Dinas Pemukiman tidak ingin menghentikan itu ada apa?  Justru jadi pertanyaan saya, yang kita pikirkan  faktor keselamatan dulu. Kalau harus rapat –rapat dulu, keburu orang mati,  ini kan sudah ada kejadian dan berulang kali,”ujar Yuhadi.

Halaman
12
Penulis: Romi Rinando
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved