Tribun Bandar Lampung

Pria Asal Kelumbayan Tanggamus Ini Selalu Ajak Anak di Bawah Umur Menjambret, Sudah 15 Kali Beraksi!

Aduh, bukannya memberi contoh yang baik, seorang pemuda malah mengajak anak di bawah umur menjambret.

Pria Asal Kelumbayan Tanggamus Ini Selalu Ajak Anak di Bawah Umur Menjambret, Sudah 15 Kali Beraksi!
Tribunlampung/Hanif Mustafa
Rehan (20) pelaku jambret yang diciduk Tim Tekan 308 Polsek Kedaton. 
Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Aduh, bukannya memberi contoh yang baik, seorang pemuda malah mengajak anak di bawah umur menjambret.
Pemuda yang diketahui bernama Rehan (20) ini pun terpaksa harus berurusan dengan Tim Tekan 308 Polsek Kedaton.
Warga Klumbayan, Tanggamus ini, setiap beraksi mengajak BS (16), pelajar di salah satu SMA Klumbayan, dengan mengendarai sepeda motor Honda CB150R bernopol BE 4522 VU.
Kapolsek Kedaton Komisaris Abdul Mutholib menuturkan, penangkapan kedua pelaku ini atas kerjasama dengan masyarakat.
"Ini kasus yang meresahkan masyarakat sehingga menjadi atensi kami," ungkapnya, Kamis 24 Januari 2019.
Lanjut Abdul, penangkapan ini bermula saat kedua tersangka Rehan dan BS beraksi Jalan ZA Pagar Alam, Jumat 11 Januari 2019.
"Jadi sekitar pukul 20.00 WIB, kedua pelaku ini beraksi, dan mengincar seorang perempuan," ucap Abdul.
Korban yang diketahui bernama Lia (26), warga Labuhan Ratu, beber Abdul, dipepet dan ditarik paksa tasnya.
"Kemudian menerjang korbannya sehingga korban jatuh," imbuhnya.
Saat korban jatuh, lanjut Abdul, Tim Tekab 308 Polsek Kedaton yang sedang berpatroli mengetahui hal tersebut, lantaran warga berteriak meminta pertolongan.
"Anggota langsung mengejar dan berhasil mencegat kedua pelaku," kata Abdul.
Namun bukannya menyerah, tutur Abdul, Rehan yang duduk dijok belakang motor turun dan menyerang polisi dengan sajam.
"Terpaksa kami lakukan tindakan jelas terukur dengan melumpuhkan pelaku yang sudah membahayakan anggota ini," katanya.
Rehan pun mendapat hadiah timah panas di kedua kakinya, sementara BS yang membawa motor langsung menyerah.
Setelah dilakukan pemeriksaan, Abdul mengaku keduanya telah melakukan aksinya di 15 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.
"15 TKP ini di wilayah Kedaton sebanyak 5 kali, Sukarame 6 kali, Telukbetung Selatan 2 kali, dan Telukbetung Barat 1 TKP," terangnya.
Abdul menerangkan jika Rehan bertugas sebagai eksekutor, sedangkan BS sebagai joki motor. 
Keduanya sebelum beraksi melakukan patroli terlebih dahulu untuk mengawasi sasarannya.
"Jadi mereka ini menyasar pada wanita, dan ini pelaku Rehan. Untuk BG, perkaranya sudah dilimpahkan ke JPU, karena statusnya pelajar jadi waktu pelimpahan singkat," terang Abdul.
Abdul pun mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami Rehan, karena setiap beraksi mereka berkelompok.
"Jadi masib ada beberapa kelompok lagi dan kami masih dalami serta lakukan pengejaran," paparnya.
Sementara itu, Rehan mengaku nekat menjambret lantaran ingin mengumpulkan uang untuk beli baju.
"Uangnya buat beli baju bermerk," sebutnya.
Ia pun mengaku mengajak BS karena ia punya sepeda motor.
"Kalau dapat hasilnya bagi dua," tutur.
Rehan pun mengaku setiap beraksi dilakukan selepas pukul 19.30 WIB.
"Jam segitu, biasanya cewek pulang kerja atau yang lagi jalan," tandasnya.
(*)
Penulis: hanif mustafa
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved