Tribun Tulangbawang

Wakapolres Tulangbawang: Informasi di Sosmed Wajib Disaring Sebelum Di-share

Dia pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak latah dengan menyebarluaskan informasi sebelum memeriksa kebenarannya.

Wakapolres Tulangbawang: Informasi di Sosmed Wajib Disaring Sebelum Di-share
Istimewa
Wakapolres Tulangbawang (berdiri) menyampaikan pesan kepada jamaah salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Latif, Kampung Gunung Sakti, Kecamatan Menggala, Jumat, 25 Januari 2019. 

Wakapolres Tulangbawang: Informasi di Sosmed Wajib Disaring Sebelum Di-share

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnaen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MENGGALA - Berbagai cara dilakukan Polres Tulangbawang untuk memakmurkan masjid.

Seperti yang dilakukan Wakapolres Tulangbawang Kompol Djoni Aripin.

Bersama Wakil Bupati Tulangbawang Hendriwansyah, Ketua MUI Tuba Ustad Yantori, Ketua Baznas, dan Ketua Dewan Masjid Tuba, Kompol Djoni melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Latif, Kampung Gunung Sakti, Kecamatan Menggala, Jumat, 25 Januari 2019. 

Kontroversi Tabloid Indonesia Barokah, Benarkah Bagian Kampanye Hitam yang Serang Kubu Prabowo?

Pemilik Judi Jackpot Berkedok Rumah Makan Diciduk Tekab 308 Polres Tulangbawang

Wakapolres mengatakan, salat Subuh berjamaah tersebut diikuti sekitar 60 jamaah.

“Alhamdulillah, jamaah yang ikut salat Subuh di masjid ini lumayan banyak. Harapannya, di setiap masjid nantinya bukan hanya salat Subuh yang banyak jamaahnya, tetapi salat wajib lainnya juga,” tutur Djoni.

Dalam kesempatan itu, Djoni mengajak warga untuk senantiasa membantu Polri, khususnya Polres Tulangbawang, dalam menjaga kamtibmas tetap kondusif.

Terlebih saat ini sedang berlangsung tahapan kampanye Pemilu 2019.

Dia pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak latah dengan menyebarluaskan informasi sebelum memeriksa kebenarannya.

“Kalau mendapatkan informasi melalui sosmed (media sosial), jangan langsung di-sharing ke mana-mana. Tetapi, saring dulu untuk mengetahui kebenarannya. Ini merupakan informasi yang benar atau cuma sebatas berita hoaks (bohong). Jangan sampai karena ketidaktahuan dan ketidakmengertian, kita terjerat Undang-undang ITE yang ancaman pidananya cukup tinggi,” tandas Djoni. (*)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved