Ahmad Dhani Divonis 1,5 Tahun, Fahri Hamzah: Dia Akan Jadi Martir bagi Kemenangan Prabowo

Ahmad Dhani Divonis 1,5 Tahun, Fahri Hamzah: Dia Akan Jadi Martir bagi Kemenangan Prabowo

Ahmad Dhani Divonis 1,5 Tahun, Fahri Hamzah: Dia Akan Jadi Martir bagi Kemenangan Prabowo
kompas.com
Fahri Hamzah 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menanggapi vonis 1,5 tahun penjara terhadap Ahmad Dhani.

Lewat akun resmi Twitternya, Senin 28 Januari 2019, Fahri Hamzah menilai penahanan Ahmad Dhani menurutnya akan membuat elektabilitas Jokowi turun sampai 5 persen.

Seputar Raisa Widjaja, Pewaris Kerajaan Bisnis Eka Tjipta Widjaja Orang Terkaya Indonesia

Terbongkar Prostitusi Online di Magelang Bertarif Rp 1,5 Juta

Siswi SD Mengaku Disuruh Kepsek Push-up 100 Kali karena Tak Bayar SPP

"Saya semakin percaya bahwa petahana sedang dijatuhkan secara sistematis. Kasus2 akan dimunculkan untuk mengakhiri petahana. Kritik @prabowo menemukan momentum," tulis Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah melanjutkan dirinya menyakini bahwa Ahmad Dhani akan menjadi martir bagi kemenangan Prabowo.

"Kerugian (suka atau tidak) akan diderita oleh petahana. Sejak kasus pembebasan ABB kemarin sampai hari ini adalah Blunder. Masih ada 80 hari lagi," imbuhnya.

Banding

Ahmad  Dhani tak puas terhadap vonis 1 tahun dan 6 bulan penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, terkait kasus ujaran kebencian yang menjeratnya.

Oleh karena itu, ia akan mengajukan banding atas putusan majelis hakim tersebut.

Ia merasa selama ini tidak pernah melakukan ujaran kebencian sebagaimana disebutkan dalam amar putusan Ketua Majelis Hakim Ratmoho.

 Tabloid Indonesia Barokah Masuk Tubaba, Bawaslu Tunggu Instruksi Pusat

"Ya kalau saya merasa enggak pernah melakukan ujaran kebencian karena saya enggak pernah benci sama orang saya gak pernah punya rekor benci sama orang Tionghoa, teman saya orang Tionghoa banyak. Partner bisnis saya Tionghoa, saya juga tidak mungkin menyebarkan kebencian kepada Kristen atau Katolik. Oma saya Katolik, tante saya katolik, sepupu saya protestan. Kalau dianggap menyebarkan kebencian ke suku ras tertentu ya salah," kata Dhani.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian musisi Dhani Ahmad Prasetyo atau Ahmad Dhani telah secara sah dan meyakinkan bersalah karena telah mengunggah kata-kata bermuatan ujaran kebencian lewat akun media sosialnya.

"Mengadili satu menyatakan terdakwa Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak, menyuruh melakukan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atas masyarakat tertentu berdasarkan unsur agama, ras, dan antar golongan (SARA)," kata Ketua Majelis Hakim Ratmoho di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (28/1/2019).

Halaman
1234
Penulis: taryono
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved