Tribun Lampung Tengah

Penyidik KPK Lanjutkan Pemeriksaan Pejabat Mesuji di Mapolres Lamteng, Salah Satunya Kadis PUPR

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan di Aula Atmani Wedhana Mapolres Lamteng, Kamis, 31 Januari 2019.

Penyidik KPK Lanjutkan Pemeriksaan Pejabat Mesuji di Mapolres Lamteng, Salah Satunya Kadis PUPR
Tribun Lampung/Syamsir Alam
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan fee proyek Dinas PUPR Mesuji di Aula Atmani Wedhana Mapolres Lamteng, Kamis, 31 Januari 2019. 

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Mapolres Lampung Tengah, Rabu, 30 Januari 2019. 

Diduga, penyidik KPK memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Mesuji terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Mesuji Khamami, pekan lalu.

Dari pantauan Tribunlampung.co.id, terlihat sejumlah pria yang diduga merupakan penyidik KPK masuk ke Aula Atmani Wedhana Mapolres Lamteng sekitar pukul 11.00 WIB.

Sejumlah orang, pria dan wanita, menyusul masuk ke Aula Atmani Wedhana.

Mereka menumpang tiga kendaraan minibus warna hitam.

Beberapa orang yang diduga penyidik KPK menutup wajahnya dengan masker sembari membawa sejumlah tas koper berwarna merah.

Hingga pukul 16.00 WIB, belum ada satu orang pun yang keluar dari ruangan tersebut. 

Suasana Aula Atmani Wedhana Polres Lamteng yang diduga digunakan penyidik KPK untuk memeriksa pejabat Pemkab Mesuji, Rabu, 30 Januari 2019.
Suasana Aula Atmani Wedhana Polres Lamteng yang diduga digunakan penyidik KPK untuk memeriksa pejabat Pemkab Mesuji, Rabu, 30 Januari 2019. (Tribun Lampung/Syamsir)

Geledah 5 Lokasi di Lampung

Sebanyak lima lokasi di Lampung digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji.

Penggeledahan di Lampung dilakukan tim KPK selama dua hari, yakni Senin, 28 Januari 2019 hingga Selasa, 29 Januari 2019.

"Senin, dilakukan di tiga lokasi di Bandar Lampung, yaitu rumah bupati Mesuji (Khamami) di Bandar Lampung, kantor perusahaan salah satu tersangka pemberi suap, rumah salah satu tersangka pemberi suap," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa malam.

 KPK Juga Geledah Rumah Bupati Mesuji Khamami di Bandar Lampung

Pada hari Selasa, KPK menggeledah kantor Khamami dan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mesuji.

"Dari sejumlah lokasi tersebut disita sejumlah dokumen proyek yang diduga terkait dengan perkara suap yang ditangani KPK saat ini," ujar dia.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mesuji, Selasa, 29 Januari 2019 siang.

Penggeledahan tersebut merupakan tindak lanjut operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Mesuji Khamami dan 10 orang lainnya terkait kasus dugaan fee proyek Dinas PUPR Mesuji, pekan lalu.

Tim lembaga antirasuah yang beranggotakan sekitar 15 orang itu mendatangi kantor Dinas PUPR Mesuji sekitar pukul 13.30 WIB dengan dijaga ketat aparat kepolisian.

Mereka menumpang lima mobil Kijang Innova, yakni BE 1192 CN, BE 1724 CO, BE 1497 CJ, BE 1196 CQ, dan BE 1531 BV.

Setelah hampir lima jam lamanya, penggeledahan di kantor Dinas PUPR Mesuji berakhir pukul 18.20 WIB.

Dari lokasi, KPK mengangkut satu buah koper besar warna merah dan satu koper warna biru yang diduga berisi berkas terkait proyek di Mesuji.

Usai menggeledah kantor Dinas PUPR Mesuji, 15 orang yang semuanya mengenakan masker itu lantas menyambangi kantor Sekretariat Kabupaten Mesuji.

Di sana, mereka menggeledah ruang Sekkab Mesuji.

 

Terima Uang Rp 1,28 Miliar

Dalam kasus ini, Bupati Mesuji Khamami ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, adik Khamami, Taufik Hidayat dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wawan Suhendra juga ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiganya diduga sebagai penerima suap.

KPK juga menetapkan pemilik PT Jasa Promix Nusantara (PT JPN) dan PT Secilia Putri, Sibron Azis dan seorang swasta bernama Kardinal sebagai tersangka.

Keduanya diduga sebagai pemberi suap.

Khamami diduga menerima uang sebesar Rp 1,28 miliar dari Sibron melalui beberapa perantara.

Pemberian tersebut diduga terkait fee pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji tahun anggaran 2018.

Diduga uang tersebut merupakan bagian dari permintaan fee proyek sebesar 12 persen dari total nilai proyek yang diminta melalui Wawan kepada rekanan calon pemenang atau pelaksana proyek sebelum lelang.

Diduga uang tersebut merupakan pembayaran fee atas 4 proyek yang dikerjakan dua perusahaan Sibron.

Fee tersebut diserahkan melalui Taufik dan digunakan untuk kepentingan Khamami. (*)

Penulis: syamsiralam
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved