Tekun dan Pantang Menyerah, Kunci Sukses Shofia Jadi Dosen dan Arsitek

Setelah ditekuni dengan sabar dan ulet, akhirnya Shofia lulus kuliah dan sempat bekerja sebagai junior arsitek di perusahaan konsultan arsitek.

Tekun dan Pantang Menyerah, Kunci Sukses Shofia Jadi Dosen dan Arsitek
Tribunlampung/Sulis
Shofia Islamia Ishar 

Selama hampir tiga tahun dia menjalani kuliah strata dua.

Dari pendidikan magisternya jugalah Shofia bertemu pria yang jadi suaminya.

Kemudian lulus 2011 diajak menikah dan ke Bandar Lampung tempat asal suami.

"Pas lagi hamil anak pertama saya ngelamar dosen di UBL karena kebetulan ada lowongan dosen arsitek pada 2012 lalu. Diterima dan saya jalani sampai saat ini," ujar sekretaris Program Studi Arsitektur UBL itu.

Menurutnya, orang yang tidak berbakat desain sama sekali juga bisa menjadi seorang arsitek. Selama memiliki kemauan belajar dan mengikuti teorinya.

Cek Peruntungan Karier Kamu Berdasarkan Shio di Tahun Babi Tanah 2019

"Arsitek kan bukan art murni yang nilainya pakai perasaan. Ada standarisasi, ada teori. Selama bisa mengikuti standar dan teori, nilai mahasiswa bisa bagus. Salahnya mahasiswa saat ini kebanyakan kurang maksimal dalam belajar. Bangunan indah tapi tidak sesuai standar ya nggak bisa juga," ujarnya.

Bahkan Shofia tak jarang menyuruh mahasiswanya melihat bangunan asli sebelum membuat sebuah sketsa. Tujuannya bukan untuk plagiat.

Tetapi memahami konsep dan standarnya sebuah bangunan.

"Kalau kamu mau ngedesain sesuatu, pelajari denah bangunan yang sudah jadi dan berhasil. Kemudian disesuaikan dengan desain kemauan sendiri," tandas istri M Shubhi Yuda Wibawa.(*)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved