Anak Punk Siksa Remaja 16 Tahun hingga Tewas, Pelaku Ungkap Tanda Tato Baru di Kaki Korban

Anak Punk Siksa Remaja 16 Tahun hingga Tewas, Pelaku Ungkap Tanda Tato Baru di Kaki Korban

Anak Punk Siksa Remaja 16 Tahun hingga Tewas, Pelaku Ungkap Tanda Tato Baru di Kaki Korban
(Kompas.com / Tatang Guritno)
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fredy Irawan memberikan konfrensi pers terkait kasus pembunuhan sadis yang terjadi Rabu ( 16/1/2019) bulan lalu. Konfrensi pers dilakukan pada Senin (4/2/2019) di Mapolres Tangerang Selatan. 

Anak Punk Siksa Remaja 16 Tahun hingga Tewas, Pelaku Ungkap Tanda Tato Baru di Kaki Korban

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sekelompok anak punk menghabisi seorang remaja berusia 16 tahun (MR) di Tangerang Selatan. Sebelum korban ditemukan tewas, polisi mengungkap adanya perselisihan diantara para pelaku dan korban.

Korban tewas dengan luka-luka di beberapa bagian tubuhnya, berupa tusukan benda tajam di bagian punggung dan bagian telinga dan kelingking putus.

Remaja tersebut akhirnya tewas setelah disiksa tujuh anak punk. 

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan mengungkapkan, pembunuhan anak di bawah umur berinisial MR (16) didasari oleh balas dendam.

Viral Video Massa Bermotor Turun ke Jalan Diduga Buntut Anggota Ormas Tewas, Medan Mencekam

MR ditemukan tewas dengan kondisi tak wajar di depan Ramayana Ciputat, Tangerang Selatan pada Januari 2019.

Saat ditemukan, terdapat tiga tusukan di punggung MR serta kelingking dan daun telinga sebelah kirinya terputus. 

"Saat mengumpulkan saksi, diketahui sehari sebelumnya terjadi perselisihan kedua entitas punk ini untuk memperebutkan lahan mengamen," ujar Ferdy.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka, disebutkan bahwa korban adalah anggota baru dari kelompok anak punk Ciputat dan tersangka merupakan anggota anak punk Pamulang.

"Korban dihabisi karena dianggap lemah dan masih (anggota) baru. Hal itu diperkuat oleh keterangan para saksi yang menyebutkan bahwa MR merupakan anggota baru karena tato pada salah satu kakinya masih baru," tambah Ferdy Irawan.

Halaman
12
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved