Kemenag: Jemaah Haji Wajib Lampirkan Fotokopi Kartu Vaksin Meningitis untuk Request Visa

Setiap jemaah haji tahun ini untuk pelaksanaan request visa mulai diberlakukan kebijakan baru yaitu harus melampirkan fotokopi kartu vaksin.

Kemenag: Jemaah Haji Wajib Lampirkan Fotokopi Kartu Vaksin Meningitis untuk Request Visa
Tribunlampung/Eka
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Bandar Lampung, Abdul Basid 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Setiap jemaah haji tahun ini untuk pelaksanaan request visa mulai diberlakukan kebijakan baru yaitu harus melampirkan fotokopi kartu vaksin atau kartu kuning suntik meningitis.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Bandar Lampung, Abdul Basid di ruang kerjanya, Senin (4/2/2019).

"Ya untuk tahun ini dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019 / 1440 H itu ada kebijakan baru dari Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU)," ungkapnya.

Berdasarkan surat Dirjen PHU Nomor B-8013/DJ.II.II.2/KS.02/11/2018 tanggal 8 November 2018 perihal penerbitan paspor biasa bagi jamaah haji dan pemviasan.

Atraksi Enam Barongsai Ramaikan Perayaan Imlek di Vihara Thay Hio Bio

"Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya bahwa untuk request visa kemenag kab/kota harus melampirkan surat pengantar ke bidang PHU kanwil, paspor, bukti setoran pelunasan, floating kloter/pramanifest dan kebijakan baru di tahun 2019 ditambah fotocopi kartu vaksin meningitis atau kartu kuning," paparnya.

Pihaknya memohon kepada jemaah haji khususnya jemaah haji wilayah Bandar Lampung yang menurut estimasi tahun ini berjumlah 1.834 jemaah haji agar dari sekarang sudah mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan.

Beli Vila Pakai Proyek? Bupati Nonaktif Lamsel Zainudin Hasan Mengaku Cuma Tawarkan Mobil Mewah

Karena kartu vaksin meningitis itu akan didapatkan oleh setiap calon jemaah haji dengan dimulai dulu melalui pemeriksaan kesehatan.

"Jadi setiap jamaah kami mohon agar segera melakukan pemeriksaan kesehatan di laboratorium untuk melaksanakan medical checkup," paparnya.

Untuk jemaah yang mengikuti KBIH surat pengantar kesehatan di laboratorium maupun ke puskesmas dapat diambil ke KBIH masing-masing.

"Tetapi bagi jamaah yang mandiri yang tidak mengikuti KBIH surat pengantar itu diambil di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung di Jl. Way Pengubuan No 3, Pahoman, Bandar Lampung," terangnya.

Proses selanjutnya setelah mendapat surat pengantar, maka jemaah pertama kali yang harus dilakukan adalah mendatangi laboratorium sesuai pilihan jemaah untuk melakukan medical checkup.

Adapun yang harus diperiksa oleh lab itu sudah tercantum di dalam pengantar yang dikeluarkan dinas kesehatan di antaranya lab darah, gula darah, golongan darah, dsb.

"Setelah dapat hasil dari lab jamaah membawa medical checkup report ke puskesmas masing-masing sesuai dengan domisili misal yang beralamat di Kedaton pemeriksaan kesehatan dilaksanakan di puskesmas Kedaton dan itu juga sudah disebut nanti di pengantar dari dinas kesehatan," paparnya. (eka)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved