Tribun Pesawaran

Alzier Thabranie Penuhi Panggilan Polres Pesawaran

"Saya mempersilahkan kepada pihak kepolisian untuk memeriksa siapa-siapa saja yang terlibat".

Alzier Thabranie Penuhi Panggilan Polres Pesawaran
ISTIMEWA
M Alzier Dianis Thabranie memenuhi panggilan Polres Pesawaran, Rabu (6/2). Panggilan alam rangka memberikan keterangan terkait jual beli tanah wakaf. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Calon anggota DPD RI asal Lampung M Alzier Dianis Thabranie memenuhi panggilan Polres Pesawaran, Rabu (6/2/2019).

Panggilan ini dalam rangka memberikan keterangan terkait jual beli tanah wakaf.

"Betul hari ini saya memenuhi panggilan Polres Pesawaran. Sebagai bentuk ketaatan terhadap hukum, kalau ada panggilan harus hadir," kata Alzier.

Ia menyatakan, memberikan keterangan terkait dugaan jual beli tanah yang ia wakafkan di Kabupaten Pesawaran.

Masuk Dari Lubang Ventilasi, Pria Curi Kotak Amal Masjid Rp 700 Ribu

"Kita kan menyerahkan tanah kepada tokoh adat Pesawaran untuk dibangunkan rumah adat," jelasnya.

"Saya kaget kok tiba-tiba dijual oleh oknum. Makanya pada saat tokoh mempertanyakan hal itu saya bingung," kata Alzier.

Terkait pengaduan tersebut ia menyerahkan kepada pihak berwajib. Ia menyatakan, ikhlas menyerahkan tanah tersebut.

"Saya mempersilahkan kepada pihak kepolisian untuk memeriksa siapa-siapa saja yang terlibat. Saya ingin kasus ini diusut dengan tuntas sampai ke akar-akarnya".

Ratusan Pengendara Tiap Hari Menantang Bahaya  Lintasi Jembatan Gantung

"Biar menjadi pelajaran bagi semua untuk tidak sembarangan menjual yang bukan miliknya," jelasnya.

Tokoh ada Pesawaran Mualim Taher menambahkan, kasus ini bermula dari adanya hibah uang sebesar Rp 150 juta oleh Alzier 2003 lalu.

Hibah ini diberikan keperluan pembelian sebidang tanah di Dusun Suka Marga, Desa Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran seluas 9.465 M2 untuk pembangunan rumah adat.

Paman Diciduk Cabuli Keponakan, Terungkap Pelaku Buron 2 Tahun Kasus Perampokan

Namun tanpa sepengetahuan Alzier dan tokoh masyarakat kabupaten setempat, di lokasi itu justru dibangun rumah sakit Pesawaran.

Sedangkan balai adat malah dibangun di lokasi lain di Desa Kuta Dalam, Kecamatan Waylima yang letaknya terpencil dan jauh dari pusat keramaian. (*)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved