Tribun Bandar Lampung

Kebijakan Baru Haji 2019: Calhaj Wajib Lampirkan Fotokopi Kartu Vaksin Meningitis

Setiap calon jemaah haji wajib melampirkan fotokopi kartu vaksin meningitis.

Kebijakan Baru Haji 2019: Calhaj Wajib Lampirkan Fotokopi Kartu Vaksin Meningitis
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bandar Lampung Abdul Basid. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG EKA AHMAD SHOLICHIN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Setiap calon jemaah haji wajib melampirkan fotokopi kartu vaksin meningitis. Ini sebagai syarat untuk mendapatkan visa dalam pemberangkatan haji 2019.

Keharusan menyertakan salinan kartu vaksin meningitis merupakan kebijakan baru Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama untuk penyelenggaraan haji 1440 hijriah. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Dirjen PHU Nomor B-8013/DJ.II.II.2/KS.02/11/2018, tertanggal 8 November 2018, perihal penerbitan paspor serta pemvisaan.

"Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, untuk request (permohonan) visa, Kemenag kabupaten/kota harus melampirkan surat pengantar ke PHU Kanwil (Kantor Wilayah) Kemenag. Kemudian paspor, bukti pelunasan (biaya haji), floating kloter (kelompok terbang) atau pra-manifest. Dan untuk tahun ini, ada kebijakan baru, yaitu menyertakan juga fotokopi kartu vaksin meningitis atau kartu kuning," terang Kepala Seksi PHU Kanwil Kemenag Bandar Lampung Abdul Basid, Selasa (5/2/2019).

Pihaknya pun berharap para calhaj khususnya asal Bandar Lampung agar mempersiapkan diri dari sekarang untuk pemeriksaan kesehatan. Melalui pemeriksaan kesehatan, setiap calhaj Bandar Lampung yang totalnya 1.834 orang akan memperoleh kartu vaksin meningitis.

"Setiap jamaah, kami mohon segera melakukan medical check-up di laboratorium," pesan Basid.

Khusus calhaj yang mengikuti Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), jelas Basid, bisa mengambil surat pengantar medical check-up untuk laboratorium di KBIH masing-masing.

"Tapi bagi jamaah mandiri yang tidak mengikuti KBIH, bisa ambil surat pengantar itu di Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Jalan Way Pengubuan Nomor 3, Pahoman," imbuhnya.

Setelah mendapat surat pengantar, Basid mengungkapkan, calhaj pertama kali harus mendatangi laboratorium sesuai pilihan calhaj untuk medical check-up. Sesuai yang tercantum dalam surat pengantar, calhaj akan menjalani pemeriksaan golongan darah, gula darah, dan lainnya.

"Setelah dapat hasil dari lab, calhaj membawa ke puskesmas masing-masing sesuai domisili. Misalnya, yang beralamat di Kecamatan Kedaton, maka pemeriksaan kesehatannya di Puskesmas Kedaton. Itu juga akan tercantum dalam surat pengantar dari diskes," paparnya.

Halaman
123
Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved