Tribun Bandar Lampung

Sejumlah Maskapai Kurangi Jadwal Penerbangan dari Bandara Radin Inten II, Ini Ternyata Penyebabnya!

Menurunnya tingkat keterisian penumpang pesawat, membuat sejumlah maskapai mengurangi jadwal penerbangan dari Bandara Radin Inten II Lampung Selatan.

Sejumlah Maskapai Kurangi Jadwal Penerbangan dari Bandara Radin Inten II, Ini Ternyata Penyebabnya!
tribunlampung.co.id
Ilustrasi - Puluhan penumpang berdiri sembari menunggu proses boarding di depan Gate 3 Bandara Radin Inten II, Kamis (13/7/2017) sekitar pukul 17.45 WIB. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Menurunnya tingkat keterisian penumpang pesawat, membuat sejumlah maskapai mengurangi jadwal penerbangan dari Bandara Radin Inten II Lampung Selatan ke sejumlah tempat tujuan.

Humas Unit Penyelenggaraan Bandar Udara (UPBU) Radin Inten II Lamsel Wahyu Ariasakti mengatakan, jumlah penumpang yang tidak seramai biasanya disinyalir menjadi alasan utama maskapai mengurangi jadwal penerbangannya.

“Hampir semua maskapai mengurangi jadwal penerbangan. Ini biasa kok. Karena memang kan sedang dalam low season. Jadi memang agak berkurang penumpang yang dari sini (Lampung),” kata Wahyu saat dihubungi Rabu 6 Februari 2019.

Bandara Radin Inten II Akan Dikelola PT Angkasa Pura II? Kepala Bandara: Masih Pengkajian

Namun demikian, ujar Wahyu, nantinya para maskapai tersebut akan kembali menambah jadwal penerbangan saat memasuki peak season. Hanya saja, terus Wahyu, tetap tergantung oleh jumlah penumpang.

“Kalau mulai ramai lagi, pasti balik normal lagi. Jadwalnya itu lebih pas ke maskapai. Karena kami kan hanya operator. Kalau jadwal flight itu maskapai yang punya kewenangan,” papar Wahyu seraya menambahkan jika di peak season jumlah penerbangan dari Radin Inten II lebih dari 15 penerbangan.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo sendiri saat ekspose peningkatan pariwisata pascabencana tsunami sempat mempertanyakan pengurangan jadwal penerbangan tersebut.

Ridho menanyakan hal tersebut usai Kepala Dinas Pariwisata Lampung Budiharto memaparkan potensi wisata yang akan digenjot.

“Ini kenapa kok ada pengurangan (jadwal penerbangan)? Ada apa maskapai-maskapai ini?,” tanya Ridho.

Kepala Dinas Perhubungan Lampung Qodratul Ikhwan mengaku tidak mengetahui penyebab pengurangan jadwal penerbangan tersebut.

Menurut Qodratul, hal tersebut merupakan wewenang maskapai dan pihak bandara.

“Lebih pas ditanyakan ke mereka,” singkat mantan Pj Bupati Pesisir Barat tersebut.

Bandara Radin Inten II Jadi Internasional, Menhub Berharap Pemda Bisa Sedot Wisatawan dari Singapura

Dikelola PT Angkasa Pura II

Sebelumnya pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyerahkan pengelolaan tiga bandara di Sumatera ke PT Angkasa Pura II (Persero), pada April atau Mei 2019 mendatang.

Ketiga bandara tambahan yang akan dioperasikan AP II, yaitu HAS Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Radin Inten II di Lampung, dan Fatmawati Soekarno di Bengkulu.

“Masih dalam proses pengkajian, Mas,” singkat Asep melalui pesan Whatsapp, Selasa 5 Februari 2019.

Sementara itu, Humas UPBU Radin Inten II Lamsel Wahyu Ariasakti menambahkan, sebenarnya rencana tersebut sudah tercetus sejak lama.

“Pada prinsipnya kami masih menunggu kepastiannya. Sejauh ini kan masih dalam tahap pengkajian. Jika memang jadi, ya pindah pengelolaan,” ucap Wahyu.

Terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hengki Angkasawan membenarkan rencana AP II mengambilalih pengelolaan Bandara Radin Inten II Lamsel.

“Betul (rencana AP II kelola Radin Inten II). Saat ini, kami sedang proses KSP (kerja sama pemanfaatan) dan sedang dilakukan penilaian dari Kemenkeu (Kementerian Keuangan). Tim Kemenkeu juga sudah ke lapangan untuk verifikasi dokumen,” ucap Hengki, Selasa.

Dapat Dukungan Netizen, Bandara Lampung Go Internasional Menjadi Trending Topic di Twitter Hari Ini

Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, penyerahan ini dilakukan melalui pola Kerjasama Pemanfaatan (KSP) Aset Barang Milik Negara selama 30 tahun.

Menurutnya, pola kerjasama tersebut akan menghemat APBN karena pendanaan investasi pengembangan dan pengoperasian bandara akan bersumber dari kas internal AP II.

"Capital expenditure (belanja modal) dan operational expenditure (belanja operasional) tiga bandara itu akan berasal dari AP II, sehingga pemerintah memiliki pilihan untuk menggunakan APBN guna membangun infrastruktur lainnya," kata Awaluddin dalam keterangan resmi yang diterima Tribunnews.com, Selasa (5/2/2019).

"Kami sangat menyambut baik kerjasama dengan pola KSP ini sebab dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia demi kepentingan masyarakat. Pemerintah juga akan mendapat pendapatan tetap, pembagian keuntungan, dan penambahan aset baru, serta tetap memiliki aset eksisting bandara tersebut," sambungnya.

Kemenag Tolak Radin Inten II Sebagai Bandara Embarkasi Haji Penuh

Investasi untuk Pengembangan Bandara

Awaluddin mengatakan, AP II sudah memiliki rencana pengembangan di tiga bandara tersebut.

Khusus untuk di Radin Inten II, total investasi yang disiapkan AP II sebesar Rp 467,6 miliar, di antaranya untuk overlay runway secara berkala serta pembangunan dan rehabilitasi fasilitas bandara.

Adapun penumpang di Bandara Radin Inten II diproyeksikan dalam 30 tahun mendatang dapat mencapai 6 juta penumpang per tahun.

(*)

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved