Tribun Pesawaran

30 Siswa SMKN 1 Gedongtataan dan 2 Komisioner KPU Pesawaran Keracunan, Pihak Katering Minta Maaf

Pihak katering yang menyediakan makanan untuk konsumsi peserta sosialisasi pemilih pemula KPU Pesawaran di SMKN I Gedongtataan menyampaikan maaf.

30 Siswa SMKN 1 Gedongtataan dan 2 Komisioner KPU Pesawaran Keracunan, Pihak Katering Minta Maaf
TribunLampung/Robertus Didik
Pihak katering yang menyediakan makanan untuk konsumsi peserta sosialisasi pemilih pemula KPU Pesawaran di SMKN I Gedongtataan menyampaikan permohonan maaf. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Pihak katering yang menyediakan makanan untuk konsumsi peserta sosialisasi pemilih pemula KPU Pesawaran di SMKN I Gedongtataan menyampaikan permohonan maaf.
Tak hanya itu, pihak katering juga mengaku tidak mempunyai maksud apapun hingga membuat celaka orang lain.
Ade, perwakilan dari katering mengungkapkan bahwa ia memasak ayam tersebut, pada Rabu (6/2/2019), sekira pukul 02.30 WIB.
Ayam yang dimasak tersebut, dia jamin kualitasnya baik karena dipotong setelah mereka pesan.
Namun, dia mengakui ada kesalahan dalam pengemasan ayam santannya.
Menurut dia, ayam santannya dikemas dalam kondisi masih panas dan langsung dibungkus ayam sayurnya.
"Jadi ayam itu dalam keadaan bagus, karena namanya santan, jadi panas dibungkus. Menguap dan itu yang terjadi," ujarnya dalam konfrensi pers di KPU Pesawaran, Kamis (7/2/2019).
Dia memastikan, pada pagi harinya tidak ada masalah dalam ayam tersebut.
Ade mengatakan, saat mengirim makanan itu pukul 10.00 WIB juga dalam kondisi baik.
Ia mengaku telah memproses seluruh makanan tersebut dalam keadaan baru.
"Saya demi Allah tidak ada niatan meracuni atau membuat dan membikin orang celaka. Karena semua dikondisikan dalam keadaan baru," ungkapnya. 
Ade menambahkan, bahwa dirinya sudah enam tahun menjalankan usaha katring.
Namun, untuk order masakan santan yang dikemas, jarang.
Dia mengaku masih belum tahu proses mengemas masakan santan. 
Ia menuturkan, sebagian makanan yang dipesan itu juga dikonsumsi untuk keluarganya.
Tapi yang dikonsumsi keluarga tidak menimbulkan efek apapun. Mungkin, karena tidak dikemas.
"Mungkin kami salah dalam proses pengemasan," tutur Ade.
Devisi Parmas, Kampanye, dan SDM KPU Pesawaran Linawati mengatakan, pihak katering telah mengakui kesalahannya.
Dia menambahkan, pihak katering juga sudah beritikat baik bersama KPU sudah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan keluarga.
Linawati mengatakan, pihak katering dan KPU memberikan bantuan kepada siswa-siswi yang terdampak karena memakan makanan tersebut.
Berupa bantuan pengobatan yang diberikan langsung melalui pihak sekolah.
Sebelumnya pihak Komisi Pemilihan Umum Pesawaran langsung menyelenggarakan konfrensi pers terkait insiden puluhan siswa SMK N I Gedongtataan yang mengalami keracunan usia makan nasi kotak di acara Sosialisasi Pemilih Pemula, Rabu (6/2/2019) kemarin.
Konfrensi pers oleh Devisi Parmas, Kampanye, dan SDM KPU Pesawaran Linawati didampingi pihak catring yang menyediakan makanan nasi kotak di acara sosialisasi KPU tersebut, Kamis (7/2/2019), di Sekretariat KPU Pesawaran.
Linawati memgatakan, bahwa kegiatan yang diselenggarakan di SMK N I Gedongtataan merupakan kegiatan Goes To School, di mana memang KPU Pesawaran mengunjungi sekolah-sekolah di Bumi Andan Jejama.
Menurut dia, peserta sosialisasi pemilih pemula tersebut ada sebanyak 85 siswa, sampai dengan selesai.
Atas terselenggaranya acara tersebut, Linawati mengatakan, sewajarnya KPU memberikan fasilitas berupa snack dan konsumsi.
"Salah satu yang menjadi masalah setelah kita mendistribusikan 115 kotak, lalu kita ambil (untuk) panita 18 kotak, dari 98 yang terdistribusi ke anak dan dewan guru lainnya, itu dikonsumsi memiliki dampak atau efek," ujarnya.
Menurut dia, tidak hanya peserta dan dewan guru, pihak KPU juga mengonsumsi makanan tersebut.
Bahkan Linawati mengaku, sebagai satu dari dua komisioner yang memakan makanan tersebut hingga habis.
Linawati mengaku sangat repot dengan agenda KPU di hari itu, sehingga tidak sempat sarapan pagi.
Oleh karena merasa lapar, dia pun memakan habis nasi kotak tersebut.
Dia merasa ada suatu kejanggalan karena cita rasa kurang enak.
Dia juga mengaku mengalami keluhan karena merasa bagian pencernaan terganggu, perut kembung, melilit dan agak pusing, tapi tidak sempat muntah.
Kemudian, pada Rabu sore setelah sosialisasi, Linawati mendapat kabar dari pihak sekolah, bahwa terjadi sesuatu terhadap siswa-siswi yang mengikuti acara sosialisasi.
Itu setelah mengonsumsi makanan yang dibawa oleh KPU. Pihak sekolah mengindikasikan itu keracunan.
Oleh karena itu Linawati langsung melakukan tindakkan pertama dengan menyelamatkan dirinya terlebih dahulu, dengan mencari pertolongan medis.
Setelah itu, dia langsung ke lokasi SMK N I Gedongtataan, sebab dewan guru ada yang merasakan efek sama dengannya, merasakan sakit perut dan sebagainya.
Kemudian salah satu siswi di dekat sekolah juga mengalami hal yang sama.
Pihaknya juga membawa salah satu siswi ke Kelinik terdekat.
"Dari pihak sekolah sangat paham sekali, bahwa itu sebagai suatu musibah. Dalam artian begini, kalau pihak KPU sebagai penyelenggara, memfasilitasi makanan, itu memang seperti itu lah sifatnya kegiatan kami," ujarnya.
Tapi, tambah dia, dalam memberikan fasilitas makanan, KPU memesan dari pihak ketiga.
Kebetulan, kata dia, Ade Catering menawarkan jasa layanan catering.
Sehingga, kata Linawati, pihaknya ingin mencoba layanan tersebut untuk mendapat varian yang berbeda. 
Dia mengungkapkan, untuk siswa yang terdampak itu enam orang dirawat jalan ke Klinik Asoka, dan 28 orang rawat jalan ke Klinik Ridho Husada.
Kemudian satu siswi dirawat di RS Bintang Amin dan satu siswa dirawat di RS Surya Asih Pringsewu. 
Linawati bersama pihak catring sudah menjenguk para siswa tersebut.
Linawati menyebutkan, komisioner KPU lainnya yang merasakan gejala sama adalah Yatin.
Diskes Pesawaran mewawancarai guru SMKN 1 Gedong Tataan terkait keracunan yang dialami siswa, Kamis, 7 Februari 2019.
Diskes Pesawaran mewawancarai guru SMKN 1 Gedong Tataan terkait keracunan yang dialami siswa, Kamis, 7 Februari 2019. (Tribun Lampung/Robertus Didik)
Dinkes Pesawaran Lakukan Investigasi
Sementara pihak Dinas Kesehatan Pesawaran mengaku menginvestigasi peristiwa keracunan puluhan siswa SMKN 1 Gedong Tataan.
Investigasi dilakukan untuk mencari penyebab siswa keracunan.
Abdul Razak dari Dinas Kesehatan Pesawaran mengatakan, kemungkinan keracunan tersebut disebabkan oleh makanan di dalam nasi kotak.

Tapi, pihaknya belum bisa memastikan sumber keracunan karena di dalam kemasan itu terdapat nasi, lauk, sayur, dan sambal.

"Tadi kami sudah wawancara dengan gurunya. Hasil wawancara kami, diperkirakan (penyebab keracunan) dari sayur ayam yang santan. Katanya tadi sudah agak berlendir, sudah basi. Tapi, kita tidak bisa menegakkan diagnosisnya secara pasti, karena sampel makanan tadi sudah kebuang," terang Razak.

Razak mengatakan, untuk ke depan, jika ada kejadian serupa, semestinya sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan disimpan dan dibungkus dengan baik.

"Sebelum dibawa ke laboratorium, ditaruh di kulkas supaya tidak tercemar bakteri dari luar. Kalaupun sampel mau diambil saat ini, mungkin sudah bisa dan tidak valid lagi," beber dia.

Oleh karena itu, kata Razak, Diskes akan memeriksa pihak rumah makan yang menyediakan katering tersebut.

Parman, staf Dinas Kesehatan Pesawaran lainnya, mengatakan, pihaknya ingin mengetahui kapan makanan itu dimasak.

Menurut dia, sayur berkuah seharusnya tidak boleh dikonsumsi lebih dari enam jam sejak dimasak.

Karena akan terjadi perkembangbiakan bakteri.

"Toksin inilah yang akan menyebabkan keracunan makanan," ujarnya.

14 Siswa SD Keracunan Permen Jeli Berbentuk Stik, Polisi Periksa Guru hingga Pedagang di Pasar 

Seorang siswa SMKN 1 Gedong Tataan sedang dirawat di Klinik Ridho Husada karena diduga keracunan makanan, Kamis, 7 Februari 2019.
Seorang siswa SMKN 1 Gedong Tataan sedang dirawat di Klinik Ridho Husada karena diduga keracunan makanan, Kamis, 7 Februari 2019. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik)

30 Siswa Keracunan

Halaman
123
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved