Investasi di Lampung Utara Menurun di Tahun 2018, Ini Penyebabnya

Investasi yang masuk ke Lampung Utara pada 2018 mengalami penurunan tajam dibanding tahun sebelumnya

Investasi di Lampung Utara Menurun di Tahun 2018, Ini Penyebabnya
Thinkstock
Ilustrasi 

Rinciannya di tahun 2015 sebesar Rp 8.610.000.000, 2016 sebesar Rp 31.871.000.000.

Pertumbuhan yang paling pesat adalah di bidang properti dan kesehatan.

Menurut Sri Mulyana, saat ini sudah banyak investor yang membuka usaha properti di Lampung Utara. "Ini tentu mendapat sambutan baik dari masyarakat," ucapnya.

Sektor lain yang juga pesat adalah bidang kesehatan. Ini terlihat dari berdirinya beberapa klinik dan rumah sakit swasta.

Seperti Rumah Sakit Medika Insani di Bukit Kemuning, RS Candimas Medical Center di Abung Selatan, RS Maria Regina di Kotabumi Selatan. Serta pendirian klinik utama Indra Husada, dan klinik Pratama Arsy Medika.

Ke depan yang akan dikembangkan adalah sektor pariwisata. Sri Mulyana mengatakan, banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan, seperti wisata alam air terjun, arum jeram, serta bendungan.

Untuk menjaring para investor, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu akan mengadakan gathering dengan para pelaku usaha.

"Kami akan tawarkan potensi investasi, sarana prasarana pendukung dan tingkat keamanan yang makin kondusif," kata Sri Mulyana.

Dalam empat tahun terakhir, investor yang menanamkan modalnya di kabupaten Lampung Utara diantaranya PT. Putri Tunggal Perdana, PT. Daya Inti Persada, PT. Matrix Center Grup, PT. Bumi Jenganan Madani. 

Tangkap Preman

Polres Lampung Utara mendukung langkah pemerintah menciptakan iklim investasi yang baik.

Halaman
123
Penulis: anung bayuardi
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved