Polisi Pimpin Upacara di Lapangan Terendam Banjir di Tulangbawang

Seorang polisi pimpin upacara di lapangan terendam banjir di Kecamatan Rawapitu, Tulangbawang.

Polisi Pimpin Upacara di Lapangan Terendam Banjir di Tulangbawang
tribunlampung.co.id/endra zulkarnain
Seorang polisi pimpin upacara di lapangan terendam banjir di Tulangbawang, Senin, 11 Februari 2019. 

Beruntung, air tidak sampai masuk ke ruang kelas.

Genangan air di halaman sekolah setinggi mata kaki orang dewasa.

Meski halaman sekolah terendam banjir, hal itu tidak menyurutkan niat Brigpol M Erlando bersama para siswa untuk melaksanakan upacara bendera.

Upacara bendera rutin dilaksanakan setiap Senin pagi.

Kasat Binmas Polres TulangbawangIptu Joni AB mengatakan, kegiatan menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah di Kabupaten Tulangbawang dan Tulangbawang Barat rutin dilaksanakan bhabinkamtibmas.

“Apa yang dilakukan oleh bhabinkamtibmas Brigpol M Erlando ini patut dicontoh untuk para bhabinkamtibmas lainnya," kata Joni.

Terungkap, Awal Mula Isu 15 Siswa SDN Poboya Nyaris Diculik yang Diunggah Kepala Sekolah di Medsos

"Karena walaupun sekolah tempat dia menjadi pembina upacara tergenang air, hal itu tidak sedikit pun menyurutkan niat untuk melaksanakan upacara setiap hari Senin pagi,” lanjut Joni.

Menurut dia, bendera merupakan salah satu identitas bangsa.

Di balik wujudnya, makna yang tersirat pada sebuah bendera adalah sebuah kisah bagaimana perjuangan para pahlawan, dalam membentuk dan memerdekakan sebuah negara.

“Melalui upacara bendera yang diselenggarakan di sekolah-sekolah, di situlah penghargaan atas perjuangan para pahlawan terhadap bangsa ini. Semakin membukakan mata bahwa bendera yang kita miliki bukan hanya benda artifisial tanpa makna,” terang Joni.

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved