Tribun Metro

Perusahaan Bayar Gaji Karyawan Sesuai UMK Metro Baru 25 Persen

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Metro mencatat belum semua perusahaan yang ada di Bumi Sai Wawai

Perusahaan Bayar Gaji Karyawan Sesuai UMK Metro Baru 25 Persen
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Metro mencatat belum semua perusahaan yang ada di Bumi Sai Wawai membayar gaji sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK) setempat.

Kepala Disnakertrans Kota Metro Rakhmat Zainuddin mengatakan, dari 334 perusahaan yang ada, baru sekitar 25 persen sudah membayarkan gaji karyawan sesuai dengan Bumi Sai Wawai Tahun 2019 sebesar Rp 2.210.000.

Tidak Menggaji Karyawan Sesuai UMK, Pengusaha Tuba Terancam Denda Rp 400 Juta

"Memang di Metro ini tidak banyak perusahaan besar. Kalau untuk perusahaan besar ini sudah membayarkan gaji karyawan sebesar UMK. Ini juga sesuai dengan penghasilan dari masing-masing perusahaan," ungkapnya, Jumat (15/2).

Karenanya, Disnakertrans mengimbau pengusaha yang belum membayar gaji karyawan sesuai dengan UMK tahun ini, hendaklah menerapkan sesuai aturan yang ada. Karena jika terjadi pemutusan hubungan kerja, pembayaran pesangon sesuai dengan besaran UMK.

Pihaknya juga terus melakukan pengawasan serta pembinaan ke perusahaan setiap bulan, meski saat ini pengawasan dan pembinaan menjadi kewenangan Pemprov Lampung.

5.980 Keluarga di Metro Kini Bisa Manfaatkan 19 e-Warung

Namun demikian, terus Rakhmat, Disnakertrans Metro setidaknya dapat memfasilitasi jika terjadi pemutusan hubungan pekerjaan.

Beberapa pengusaha kecil di Kota Metro mengaku belum menerapkan UMK 2019 bagi karyawannya. Ini diakibatkan karena jenis usaha yang masih kecil.

"Kami belum menerapkan sesuai UMK, untuk gaji ya. Karena kita ini kan usaha kecil. Cuma dagang, keuntungan pun belum seberapa. Jadi ya jujur, kami bayar karyawan masih di bawah itu (UMK)," ujar Anas, salah satu pedagang di Pasar Cendrawasih.

Misbah, pengusaha kuliner juga mengaku belum bisa membayar karyawan sesuai UMK dengan alasan pemasukannya yang masih kecil. "Belum. Kita pemasukan ngga stabil. Beda-beda tiap bulan hasilnya," tutupnya. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved