Tribun Lampung Selatan

Polisi Ringkus Dua Pencuri Barang Mahasiswa KKN UGM di Lampung Selatan

Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa.

Polisi Ringkus Dua Pencuri Barang Mahasiswa KKN UGM di Lampung Selatan
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Ekspose tersangka kasus pencurian barang milik mahasiswa KKN UGM di Desa Kunjir di Mapolres Lampung Selatan. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Personel Polres Lampung Selatan dan Polsek Kalianda mengamankan dua pelaku pencurian ponsel dan laptop milik mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa.

Pelaku yang diamankan yakni Abdul Rohim warga Desa Kunjir dan Jefri alias Unyil warga Dusun Way Baru Bakauheni.

"Polisi masih memburu dua pelaku lainnya yakni IJ dan M".

"Peristiwa dialami para mahasiswa KKN dari UGM di Desa Kunjir terjadi 13 Februari lalu" kata Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan saat ekspose di Mapolres, Senin (18/2).

Modus pelaku, masuk melalui tangga samping rumah ditempati para mahasiswa pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Mereka lalu masuk ke kamar yang ditempati para korban dan mencuri sembilan unit ponsel dan satu unit laptop merek Lenovo.

"Setelah kita mendapatkan laporan dan memeriksa saksi-saksi, para pelaku mengarah kepada empat orang tersangka".

"Lalu kita bergerak mengamankan dua tersangka pada 15 Februari lalu," terang Syarhan.

Ia menambahkan, penangkapan pertama polisi mengamankan tersangka Jefri yang sedang duduk-duduk di pinggir jalan bersama tersangka IJ.

Tapi IJ berhasil melarikan diri.

Polisi kemudian mengintrogasi Jefri dan hasil pengembangan mengamankan tersangka Abdul Rohim yang sedang tidur di rumah mertuanya.

Sedangkan tersangka M sedang dalam penyelidikan polisi.

"Kedua tersangka yang telah kita amankan saat ini ditahan di Mapolres Lampung Selatan untuk penyidikan lebih lanjut".

"Keduanya akan diancam pasal 363 KUHP ancaman 7 tahun penjara," tegas Syarhan. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved