Tribun Bandar Lampung

4 Titik Rawan Longsor di Lampung Jadi Perhatian PT KAI

Sebanyak empat titik rawan daerah longsor menjadi perhatian pihak PT KAI Divre IV Tanjungkarang.

4 Titik Rawan Longsor di Lampung Jadi Perhatian PT KAI
Tribun Lampung/Eka Achmad S
PT KAI Cek lokasi longsor. 

4 Titik Rawan Longsor di Lampung Jadi Perhatian PT KAI

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak empat titik rawan daerah longsor menjadi perhatian pihak PT KAI Divre IV Tanjungkarang di sepanjang lintasan dari Stasiun Tanjungkarang hingga Tanjung Rambang.

Hal tersebut diketahui saat dilaksanakan pemeriksaan jalur rel dari Stasiun Blambanganumpu hingga Stasiun Giham sepanjang 10 km pada Rabu (27/2) kemarin oleh jajaran manajemen PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang yang dipimpin Kadivre IV PT KAI Tanjung Karang Sulthon Hasanudin.

"Keempat titik lokasi longsor tersebut yaitu km 164 , km 168, km 170 dan km 216. Dengan adanya temuan tersebut saat ini langsung dilakukan proses pengerjaan untuk perbaikan dan perkuatan," terang Sulthon, Kamis (28/2/2019).

Antisipasi Dampak Tanah Longsor, BPBD Imbau Jangan Dirikan Rumah di Tepi Tebing

Solusi yang dilakukan dalam mengatasi persoalan titik longsor tersebut yaitu dengan mengurangi kecuraman daripada tebing kanan kiri ini dan air-air jangan sampai menggenangi rel karena balast (batu kricak)-nya tidak dinamis.

"Dampak yang akan dirasakan adalah tidak saling mengikat dan begitu ada beban bisa patah relnya. Makanya harus dibenahi misal kita cuci batu balast-nya agar hidup sehingga mengikat lagi," ungkap Sulthon.

Kemudian temuan persoalan lainnya selama pemeriksaan yaitu banyak menemukan sesuatu yang disebut dengan hazard atau potensi ancaman terhadap keselamatan kereta.

Menurutnya, persoalan yang banyak ditemui juga masih adanya pandrol-pandrol (penjepit rel) yang tidak ada/hilang, dan di jembatan ada yang perlu bantalan karena dari kayu sehingga perlu diganti.

"Hilang itu disebabkan lepas hanya beberapa saja diakibatkan goncangan. Dampaknya, rel bergeser sehingga membahayakan ketika dilintasi makanya solusinya segera dipasang lagi," paparnya.

PT KAI Cek Jalur Kereta Api Pakai Kereta Inspeksi, Fasilitasnya Ada CCTV

Kemudian, saluran kanan kiri lintasan yang tidak berfungsi sehingga menjadikan air menggenang di kanan kiri rel. Harapannya, bahwa tidak ada air yang tergenang di jalan rel supaya bisa lari ke kanan kiri. 

"Kalau di jalan rel apalagi bawa lumpur nanti mengurangi dinamisasi balast sehingga berbahaya terhadap ancaman kerusakan rel kita," paparnya.

Ia menambahkan banyaknya potensi persoalan di sepanjang jalur perlintasan sepanjang Stasiun Blambanganumpu menuju Stasiun Giham tersebut yang menjadikan alasan dilakukannya pemeriksaan.

"Kita tinjau di dekat jembatan km 164 tadi itu ada longsoran. Kedua pernah kejadian tanah longsor menimpa gerbong batu bara. Untungnya kosong waktu itu sehingga ini jadi peringatan bagi kita supaya tidak ada kejadian lain kali sehingga harus dibenahi," tukasnya. (Tribunlampung.co.id/Eka Achmad Solichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved