Pesta Pernikahan Ricuh Gara-gara Beda Selera Musik, Kedua Keluarga Mempelai Baku Hantam

Pesta Pernikahan Ricuh Gara-gara Beda Selera Musik, Kedua Keluarga Mempelai Baku Hantam

Pesta Pernikahan Ricuh Gara-gara Beda Selera Musik, Kedua Keluarga Mempelai Baku Hantam
(Daily MIrror/AsiaWire)
Pesta pernikahan ricuh gara-gara keluarga kedua mempelai beda selesa dan pilihan musik saat acara pernikahan 

Mereka sangat ketakutan ketika AG dibawa polisi.

Aduh, dibawa ke mana anak saya,” kata seorang perempuan yang diketahui ibu AG disertai tangisan.

“Pak, tolong jangan dibawa. Dia (AG) tidak tahu menahu soal masalah ini. Kenapa dia jadi yang dibawa,” ujar pengantin perempuan alias isteri AG.

Kapolsek Batam Kota, AKP Ricky Firmansyah langsung menjawab ke arah keluarga AG.

Ricky mengatakan bahwa AG dibawa bukan untuk dipenjarakan.

 Viral Pesta Pernikahan di Lampu Merah, Lampunya Masih Menyala di Dalam Tenda Resepsi

Melainkan, ia akan dimintakan keterangan agar situasi yang sempat ricuh, bisa redup sementara.

“Ibu dan saudara-saudara semua, percayakan kepada saya."

"Pengantin ini kami bawa untuk dimintai keterangan. Bukan untuk diapa-apain. Percayakan sama kami,” kata Ricky Firmansyah.

2. Polisi Turun Tangan dan Amankan Lokasi

Keributan yang terjadi di acara resepsi pernikahan membuat kepolisian setempat turun tangan.

Selain mempelai pria AG yang dibawa polisi, tiga warga sipil lainnya ikut dibawa ke Mapolsek Batam Kota.

AG yang masih mengenakan pakaian hitam putih itu, digiring ke mobil dengan pengawalan ketat, yakni polisi berpakaian lengkap dan senjata laras panjang.

Dijelaskan Ricky, alasan keempat orang tersebut dibawa untuk dimintakan keterangan, seputar kericuhan yang terjadi pada pesta pernikahan AG.

Selain itu, hal tersebut juga untuk alasan keamanan.

Agar, kericuhan di perumahan itu tidak meluas.

 Viral Kisah Wanita Hadiri Pesta Pernikahan Pacar Sendiri, 6 Tahun Jalin Kasih dan Belum Putus

“Jadi kami amankan dulu, agar suasana tenang,” kata Ricky Firmansyah kepada Tribunbatam.id di lokasi kejadian.

3. Dipicu Aksi Saling Senggol

Peristiwa tersebut bermula saat pesta pernikahan AG dengan istrinya Minggu (27/1/2019) malam di Perumahan Taman Sejati.

Di tengah acara, pesta pernikahan ricuh dan berubah menjadi arena pertarungan sejumlah pemuda yang diduga mabuk.

Awalnya, acara resepsi yang diramaikan dengan organ tunggal tersebut berjalan lancar.

Namun menjelang tengah malam, suasana yang semula hanya hiburan semata menjadi ricuh.

Belasan pemuda yang joget di acara organ tunggal itu saling senggol.

Baku hantam pun tak terelakkan.

Diduga, pemuda yang satu dengan yang lainnya mabuk minuman beralkohol.

Karena tak terkontrol, gesekan fisik terjadi hingga berujung bentrok fisik.

Setidaknya, lima orang luka-luka akibat kejadian itu.

Termasuk, empat orang yang diangkut ke Mapolsek Batam Kota.

Warga yang berada di sana tidak mengetahui persis penyebab masalah.

4. Warga Yang Berniat Melerai Ikut Ditonjok

Seorang warga perumahan tersebut, Sipandi, awalnya berniat melerai.

Namun, ia juga mengaku menjadi korban dalam kejadian itu.

Tak ayal, pasca kejadian, belasan rekan kerja Sipandi langsung turun ke TKP.

Menurut Sipandi, ia turun ke lokasi saat kejadian ribut-ribut.

“Saya bilang sudahi keributan itu. Tapi malah saya diajak berantem lah."

"Saya dikata-katain dengan kata-kata yang kurang pantas,” katanya saat memberikan keterangan di hadapan kapolsek di TKP.

Sementara versi warga, Sipandi dan beberapa rekannya bahkan ikut memukul warga.

“Bahkan bibir saya kena tonjok. Mereka malah pukul kami,” kata seorang pemuda yang mengaku korban.

Bersitegang pun terjadi.

Lagi-lagi, nyaris bentrok fisik.

Rekan-rekan Sipandi geram melihat kelompok pemuda yang lainnya.

Beruntung, Kapolsek Batam Kota AKP Ricky Firmansyah langsung melerai.

“Mohon diam-diam. Diam dulu! Saling menghargai."

"Saya harap kawan-kawan lain dengarkan. Jadi biar clear masalah,” katanya dengan nada tinggi.

Di tengah pengarahan Kapolsek Batam Kota AKP Ricky Firmansyah, suara saling klaim pecah.

Kelompok yang satu mengklaim benar, demikian yang satunya.

Bahkan, Ricky Firmansyah sempat geram lantaran dirinya merasa tak dihargai saat berbicara.

“Tolong dengarkan saya dulu. Eh, kamu mabuk ya? Tolong hargain saya,’’ katanya seraya bertanya.

“Pak, saya tidak mabuk. Cuma saya kena pukul,” jawab pemuda yang diketahui bernama Aris.

“Sudah, kamu diam, biar jelas,” timpal Ricky.

Karena suasana semakin panas, Ricky akhirnya membawa keempatnya ke Mapolsek Batam Kota.

Berdasarkan pantauan Tribunbatam.id, di ruang tamu Mapolsek Batam Kota, keempat pemuda yang bentrok membicarakan hal itu.

Pembicaraan dipimpin langsung Kapolsek Batam Kota AKP Ricky Firmansyah.

Lagi-lagi, keempat pemuda lainnya (tidak termasuk pengantin) membuat Ricky Firmansyah geram.

Sebab, saat ia sedang berbicara, keempat pemuda itu memotong.

“Kalau ngomong sama orang mabuk memang begini. Susah, makanya dengarkan saya dulu,” kata Ricky.

5. Pengantin Diperiksa

Tak hanya pemuda yang terlibat bentrok, malam itu juga, pengantin pria ikut diperiksa aparat.

Sementara, satu pemuda yang menjadi korban telah resmi melakukan visum untuk membuat laporan.

“Kalau pengantin ini kan sifatnya hanya dimintai keterangan. Sebab, kita sayangkan, saat pesta tidak mengurus izin keramaian."

"Kalau ada pasti kami kawal. Ini juga pengalaman bagi masyarakat lain. Surat izin keramaian itu gratis dan penting untuk diurus bila ada acara. Sementara yang tiga orang, kami lidik dan memintai keterangan,” kata Ricky Firmansyah.

 15 Orang Tewas di Pesta Pernikahan yang Digelar di Sebuah Hotel

Seorang pemuda yang membuat visum yang tak diketahui namanya itu, mengalami luka memar dan benjolan di bagian muka.

Dugaan sementara, terduga pelaku kabur usai polisi datang.

"Foto pelaku sudah kami kantongi. Identitasnya belum tahu. Kami akan lidik dulu," kata Ricky.

(tribunlampung.co.id / tribun batam)

Penulis: Heribertus Sulis
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved