UPDATE Kasus Inses di Lampung, Kak Seto Ungkap Fakta Baru dari Pengakuan Tersangka

UPDATE Kasus Inses di Lampung, Kak Seto Ungkap Fakta Baru dari Pengakuan Tersangka

UPDATE Kasus Inses di Lampung, Kak Seto  Ungkap Fakta Baru dari Pengakuan Tersangka
screenshot youtube
UPDATE Kasus Inses di Lampung, Kak Seto Ungkap Fakta Baru dari Pengakuan Tersangka 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto mengunjungi YF, salah satu pelaku kasus inses di Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu yang kini diamankan di Polres Tanggamus, Kamis (28/2).

YF termasuk kategori anak-anak karena masih berusia 15 tahun tapi turut mencabuli AG yang merupakan kakak kandungnya.

Komunikasi dilakukan secara tertutup oleh Kak Seto bersama YF yang didampingi Kanit PPA Reskrim Polres Tanggamus Inspektur Dua Primadona Laila.

Hasil komunikasi dengan pelaku YF, latar belakang pelaku melakukan inses salah satu faktornya kurang pendidikan.

Pelaku hanya sekolah kelas 1 SD dan sampai saat ini belum bisa membaca.

"Dari segi pendidikan sangat kurang, adanya pengaruh media sosial, dari HP, semua itu mendorong perilaku seksual pengaruh lingkungan akhirnya kakaknya jadi korban. Kasus seperti ini mungkin seperti gunung es, mungkin yang viral dari Pringsewu tapi ada di tempat lain," jelasnya.

VIDEO - Komnas Anak Minta Pelaku Inses di Pringsewu Dikebiri

Kak Seto: Kasus Inses di Pringsewu Bisa Menginspirasi Daerah Lain

Usai Kunjungi Pelaku Inses, Kak Seto: Kasus di Pringsewu seperti Fenomena Gunung Es

Arist Merdeka Sirait Sarankan Pelaku Inses di Pringsewu Diberi Hukuman Kebiri

Menurut Kak Seto, kasus inses yang dilakukan anak-anak harus jadi perhatian serius semua pihak dari mulai pemerintahan, dinas sosial, P2TP2A.

Pelaku memang bisa dikenakan sanksi tapi juga harus direhabilitasi sehingga tidak akan mengulang lagi perbuatan serupa ke depannya.

"Pelaku inses biasanya memang miliki latarbelakang perilaku seksual menyimpang yang dilakukan sebelumnya. Itu bisa dikembangkan mungkin ada kasus lainnya," jelasnya.

Kak Seto menambahkan, sanksi abstrak juga bisa dikenakan, seperti di luar negeri.

Halaman
123
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved