Tribun Tanggamus

Aparat Polsek Limau Tangkap 2 Penodong di Pantai Tiara Limau

Anggota Polsek Limau berhasil menangkap dua penodong di tempat wisata Pantai Tiara, Kecamatan Limau.

Aparat Polsek Limau Tangkap 2 Penodong di Pantai Tiara Limau
Tribun Lampung/Tri Yulianto
Polsek Limau ringkus pelaku penodongan 

Aparat Polsek Limau Tangkap 2 Penodong di Pantai Tiara Limau

 

Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Anggota Polsek Limau berhasil menangkap dua penodong di tempat wisata Pantai Tiara, Kecamatan Limau.

Menurut Kapolsek Limau AKP Ichwan Hadi, keduanya adalah Baheran, warga Pekon Mulang Maya dan Ahmad Rudianto, warga Pekon Menggala, Kecamatan Kota Agung Timur.

BREAKING NEWS: Polisi Ringkus Pelaku Curas Penodongan Handphone

Mereka beroperasi sudah lintas kecamatan, dan keduanya ditangkap di rumah masing-masing. Adapun tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.

Kelima pelaku menodong Ahyar, warga Pekon Penanggungan, Kecamatan Gunung Alip saat berkunjung di Pantai Tiara. Mereka berhasil mendapatkan dompet berisi uang, STNK motor, ponsel dan uang milik teman Ahyar.

"Akibat pencurian dengan kekerasan tersebut korban sendiri mengalami kerugian sebesar Rp 1,230 juta," kata Ichwan, mewakili Kapolres AKBP Hesmu Baroto, Sabtu 2 Maret 2019.

Ia menambahkan saat penangkapan, polisi juga mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Supra Fit tanpa nopol, nomor rangka dan nomor mesin sudah dihapus yang digunakan para pelaku. Diduga motor itu juga merupakan hasil kejahatan.

Sudarno dan Saiful Dicokok Gara-gara Aksi Penodongan

Polisi juga menyita barang bukti milik korban berupa STNK dari motor Honda Beat BE 6237 ZG, ponsel merek Samsung dan dompet warna coklat.

Aksi para pelaku dilakukan pada Minggu, 24 Februari 2019 sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu korban bersama temannya Nikmah Maulana (22). Mereka duduk-duduk di Pantai Tiara, Dusun Muara Dua Pekon Ketapang, Kecamatan Limau.

Sesaat kemudian datang lima pelaku berpura-pura menanyakan KTP pada keduanya. Saat itu mulailah penodongan terjadi. Lantaran jumlah pelaku banyak, korban pun pasrah. "Atas perbuatannya, para pelaku dipersangkakan pasal 365 KUHPidana ancaman maksimal sembilan tahun penjara," ujar Ichwan.

Hasil pemeriksaan atas pengakuan Baheran, uang yang didapat habis dibagi-bagi. Dirinya mendapat Rp 200 ribu, Ahmad Rudiando mendapat Rp 50 ribu dan ponsel. Kemudian sisanya diberikan pada tiga teman lain yang buron. (tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved