Tribun Bandar Lampung

Polresta Bandar Lampung Masih Kumpulkan Bukti Dugaan Penganiayaan Bendahara Dinas Pariwisata

Polresta Bandar Lampung masih menyelidiki dugaan penganiayaan dengan pelapor bendahara rutin dispar.

Polresta Bandar Lampung Masih Kumpulkan Bukti Dugaan Penganiayaan Bendahara Dinas Pariwisata
Istimewa
Bendahara rutin Dinas Pariwisata Bandar Lampung Nova Yulistyani Syarif menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Jumat, 1 Februari 2019. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ROMI RINANDO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Polresta Bandar Lampung masih menyelidiki dugaan penganiayaan dengan pelapor bendahara rutin dinas pariwisata. Kasus ini masih dalam proses pengumpulan alat bukti.

"Belum ada tersangka, karena kami masih lidik (penyelidikan), belum penyidikan. Kami masih mengumpulkan alat bukti," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Rosef Efendi, Minggu (3/3/2019).

Ia menjelaskan, tidak ada saksi mata yang melihat kejadian. Karena itu, pihaknya perlu melakukan pendalaman.

"Saksi sudah banyak yang kami periksa. Tapi, saksi yang melihat kejadian kan tidak ada," ujarnya.

Terkait hasil visum, Rosef menyatakan, pihaknya sudah memintanya.

"Hasil visum sudah kami minta, tapi belum sampai ke kami," kata Kompol Rosef Efendi.

Andre Meirdyan Syarif, kakak kandung pelapor, berharap kepolisian menyelidiki secara profesional kasus yang telah berjalan sekitar sebulan ini.

"Adik saya bukan hanya luka, tapi juga beban psikologi. Soal hasil visum, wewenang kepolisian untuk meminta. Pihak keluarga tidak punya hak memintanya," ujar Andre.

Nova Yulistyani Syarif, bendahara rutin Dispar Bandar Lampung, melaporkan Sekretaris Dispar Dirmansyah ke Polresta Bandar Lampung.

Halaman
12
Penulis: Romi Rinando
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved