Tribun Bandar Lampung

Nikah di Tengah Banjir hingga Rumah Habis Diterjang Air, Fakta-fakta Banjir Melanda Kawasan Panjang

Nikah di Tengah Banjir hingga Rumah Habis Diterjang Air, Fakta-fakta Banjir Melanda Kawasan Panjang

Nikah di Tengah Banjir hingga Rumah Habis Diterjang Air, Fakta-fakta Banjir Melanda Kawasan Panjang
tribun lampung
Rumah Orangtua di Panjang, Bandar Lampung Porak Poranda Diterjang Banjir, Eka dan Awaluddin Tetap Jalankan Pernikahan 

Mohon Bantuan

Sadiah, warga RT 15, berharap Pemkot Bandar Lampung membantu keluarganya agar rumah bisa berdiri lagi. "Tadi wali kota datang. Katanya akan membantu," katanya.

Senada, Zubaidah, warga Kampung Sinar Binglu, berharap pemkot membantu perbaikan rumahnya.

"Terimakasih pihak pemkot sudah meninjau. Harapannya, pemkot bantu perbaikan rumah. Saya tidur di mana kalau nggak ada bantuan pemkot. Sekarang ngungsi sementara waktu," jelasnya. (eka)

Gotong Royong Bersihkan Lumpur

WARGA di lokasi terdampak banjir di dua kelurahan, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, bergotong royong, Minggu (10/3).

Pantauan awak Tribun Lampung, warga bahu-membahu membersihkan lumpur di dalam rumah dan area sekitar.

Sebagian lainnya membereskan perabotan rumah tangga.

Ada pula yang menjemur pakaian basah.

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN dan jajaran meninjau langsung lokasi banjir di dua kelurahan, Srengsem dan Way Lunik.

"Semuanya, mana yang kena musibah, akan kami bantu. Tapi, nggak hari ini. Karena, uangnya uang pemerintah. Harus ada tanggung jawab. Camat mengajukan dan sebagainya," jelas Herman.

Adapun bantuan yang turun untuk warga terdampak banjir pada Minggu di antaranya nasi bungkus dan air mineral.

"Ini untuk bantu warga supaya hari ini bisa makan. Sedikit-sedikit kami kasih nasi sekitar 2.000 bungkus dan air mineral 1.000 dus," kata Herman.

Pihaknya juga menurunkan armada mobil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah di beberapa titik.

"Kami sebar. Di sini bukan banjir, tapi air lewat. Karena tersumbat, jadi meluap. Begitu air surut, selesai semua. Cuma lumpurnya yang luar biasa," ujar Herman. 

Penyempitan Jembatan

SARJONO, ketua RT 15, Lingkungan I, Srengsem, Panjang, mengungkapkan, penyebab air merendam permukiman saat hujan deras lantaran penyempitan jembatan di lingkungan setempat.

"Jembatan di sini sempit. Kalau tersumbat pohon, air sudah pasti naik kalau hujan. Makanya minta solusi dari pemerintah," katanya, Minggu (10/3).

Raya, warga Kampung Sinar Binglu, Way Lunik, Panjang, menyebut penyempitan sungai membuat air meluap ke jalan dan perkampungan ketika intensitas hujan tinggi.

"Banjir ini karena penyempitan sungai. Air meluap sampai ke jalan, masuk ke kampung. Solusinya, keruk saja sungainya," ujar Raya.

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menjelaskan, di Lingkungan I, Srengsem, sebenarnya jarang terjadi luapan air saat hujan.

"Tapi, jembatannya tersumbat karena banyak kayu pohon kelapa. Ke depan kami akan naikkan jembatannya. Ada jembatan yang kami buang, ada juga yang kami buat baru," terangnya. (tribunlampung.co.id / eka)

Penulis: heri
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved