Pembobolan ATM Lampung Walk

Batal Gelar Resepsi Pernikahan, Pelaku Pembobolan ATM di Lampung Walk Ternyata Pengantin Baru

Batal Gelar Resepsi Pernikahan, Pelaku Pembobolan ATM di Lampung Walk Ternyata Pengantin Baru

Batal Gelar Resepsi Pernikahan, Pelaku Pembobolan ATM di Lampung Walk Ternyata Pengantin Baru
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Suhaimi (kiri), paman istri DS, tersangka pembobolan ATM Lampung Walk, saat ditemui di Mapolsek Sukarame, Rabu, 13 Maret 2019. 

Sebelum menegur pengemudi, Irsan mengaku melihat dua orang keluar dari mobil dan langsung naik tangga Lampung Walk.

"Tapi saya fokus ke mobil. Saya datangi dan saya bilang, kok diputusin (tali pembatas). Dari balik kaca, sopirnya jawab katanya gak bisa bawa mobil. Tapi tiba-tiba mobil langsung labas (kabur)," kata Irsan.

Irsan lalu menaruh curiga terhadap dua pria yang keluar dari mobil.

Ia pun segera mengecek ATM.

"Kan beberapa kali kejadian. Jadi saya langsung naik ke atas dan cek mesin ATM," ucapnya.

Rupanya dugaan Irsan benar. Ia melihat salah satu mesin di ATM Center Lampung Walk terbuka.

"Saya lihat ada dua orang yang tadi jalan keluar. Saya panggil malah kayak orang bingung. Saya panggil kedua kalinya, malah lari. Saya teriakin maling dan minta langsung minta tolong tim security lainnya sambil saya kejar," tandasnya.

 Bobol Pangkas Rambut, Remaja 17 di Lampung Tengah Ini Juga Gasak Kotak Amal

Tebar Uang Curian

Teriakan Irsan pun terdengar oleh kepala satpam M Zaenal Mitaqin.

Tanpa pikir panjang, Zaenal pun ikut mengejar dua pelaku yang berusaha kabur.

"Kalau bawa sajam kepikiran sih kepikiran. Tapi sudahlah, sudah tugas dan kewajiban," ujarnya.

Zaenal pun mengaku sempat kebingungan lantaran pelaku sempat mengecoh timnya dengan menyebar uang hasil curian.

"Jadi buat ngalihin perhatian mereka sebar uang, otomatis massa rebutan. Tapi saya langsung jejek (injak) pelaku. Akhirnya bisa ketangkap," ucapnya sembari membersihkan pakaiannya yang kotor setelah meringkus pelaku.

Zaenal pun mengaku tidak bisa menyelamatkan uang yang ditabur oleh pelaku.

"Uang disebar itu gak bisa ditolong. Kami saja bingung ngamanin pelaku," ucapnya. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved