Terungkap Fakta Terbaru Video Viral Anak SD Dikeroyok di Bandar Lampung, Pelakunya Ternyata Geng

Terungkap Fakta Terbaru Video Viral Anak SD Dikeroyok di Bandar Lampung, Pelakunya Ternyata Geng

Terungkap Fakta Terbaru Video Viral Anak SD Dikeroyok di Bandar Lampung, Pelakunya Ternyata Geng
tribun lampung / okta - ilustrasi siswa SD. Viral video seorang anak SD kelas VI di Bandar Lampung dipukuli geng remaja 
Terungkap Fakta Terbaru Video Viral Anak SD Dikeroyok di Bandar Lampung, Pelakunya Ternyata Geng
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Video viral seorang anak SD di Bandar Lampung dikeroyok geng remaja berbuntut panjang. Tak terima anaknya jadi korban penganiayaan, orangtua korban melapor ke polisi.
Peristiwa pengeroyokan dilakukan terhadap seorang anak SD kelas VI. Pelakunya diduga remaja SMP usia 15-16 tahun.
Seorang bocah SD di Bandar Lampung diduga dikeroyok lima remaja. Pengeroyokan diduga karena ketersinggungan dalam percakapan di aplikasi WhatsApp.
Ayah bocah tersebut melapor ke kepolisian begitu mengetahui kejadian itu dari video yang viral di media sosial.
Hendri Dunan (44), ayah siswa SD tersebut, melapor ke Polsek Kedaton pada Rabu (13/3).
Berikut fakta-fakta bocah SD dikeroyok geng remaja:
Lapor polisi
Hendri Dunan mengungkapkan, pengeroyokan terjadi pada Selasa (12/3) sore sekitar pukul 16.30 WIB. 
"Sudah saya laporkan ke Polsek Kedaton tadi pagi," kata Hendri, Rabu.
"Saya lihat anak saya dikeroyok oleh lima anak dari video yang tersebar di WA (WhatsApp)," sambungnya.
Kronologi
Hendri mengungkapkan, anaknya yang duduk di kelas VI SD pulang ke rumah pada Selasa petang menjelang waktu salat magrib.
Kondisi anaknya yang berusia 13 tahun ketika itu cukup kotor. Namun, ia tidak menaruh kecurigaan.
"Pas pulang, nggak bilang apa apa. Memang kondisinya kotor. Tapi saya pikir habis main bola," ujar Hendri.
Tahu dari video keponakan
Pada malam hari, Hendri ditunjukkan rekaman video oleh keponakannya. Saat melihat video tersebut, ia kaget.
"Sekitar jam 8 malam (20.00 WIB), saya dapat video itu dari keponakan. Ya saya tentu kaget," katanya.
Hendri lantas bertanya kepada anaknya. Barulah anaknya mengaku telah dikeroyok lima remaja yang tergabung dalam sebuah geng.
"Anak saya dikeroyok lima anak lainnya setelah keluar dari sekolah. Nama-namanya saya lupa. Tapi yang jelas, bukan kawan-kawannya," beber Hendri.
"Ada yang SMP, ada yang sudah nggak sekolah. Mereka geng. Umurnya sekitar 15-16 tahun," sambungnya.
Dibekap hingga dipukuli
Dari rekaman video tersebut, korban tampak dibekap oleh satu dari lima remaja. Selanjutnya, korban diinjak dan dipukuli oleh empat remaja lainnya.
Polsek Kedaton membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan terhadap seorang anak. Pengaduan itu tertuang dalam laporan bernomor TBL/380/III/2019/LPG/Resta Balam/Sektor KDT.
"Laporan masih dalam proses. Nanti saya cek lagi," kata Kapolsek Kedaton Komisaris Abdul Mutholib, Rabu.
Tersinggung
Aksi pengeroyokan ini diduga dipicu miss komunikasi. Seorang dari lima remaja yang diduga melakukan pengeroyokan merasa tersinggung dengan perkataan korban dalam percakapan WhatsApp.
"Anak saya chat WhatsApp. Nah, salah satu anggota geng itu, kata anak saya, tersinggung," kata Hendri Dunan, ayah korban.
Hendri menjelaskan, anaknya telah divisum di rumah sakit.
Dari hasil visum, beber dia, anaknya mengalami memar dan bengkak di telinga sebelah kanan dan punggung. (nif)
Diduga Pernah Bikin Ulah di SD
AYAH korban, Hendri Dunan (44), menyebut lima remaja tersebut sudah pernah bikin ulah di SD tempat anaknya bersekolah.
Hal itulah yang membuatnya merasa harus mengadu ke kepolisian.
"Jadi, lima anak itu sudah pernah buat 'kasus'. Menyerang sekolah anak saya," kata Hendri, Rabu (13/3).
Dari kejadian tersebut, beber Hendri, lima remaja itu kemudian membuat perjanjian. Isinya, apabila berbuat ulah lagi, akan diadukan ke ranah hukum.
"Saya berharap ada jalan keluar yang terbaik setelah pengaduan ke kepolisian. Saya aja nggak pernah nyakitin anak saya, nggak pernah mukul. Ini malah lihat video anak saya dikeroyok," tandasnya. (tribunlampung.co.id/heribertus sulis/hanif mustafa)
Penulis: heri
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved