6 Jam Bergelut di Jalan Berlumpur, Gadis Asal Bandung Nyaris Kehilangan Nyawa di Lampung

Selama masa kritis, gadis tersebut harus berjibaku dengan jalan berlumpur selama 6 jam guna mencapai rumah sakit.

6 Jam Bergelut di Jalan Berlumpur, Gadis Asal Bandung Nyaris Kehilangan Nyawa di Lampung
Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnaen
Kondisi ruas jalan nasional Rawajitu-Simpang Penawar yang berlumpur. 

Banyak kendaraan yang kepater dalam jalan berlumpur.

Pada 1995, jalan tersebut masih beraspal.

Namun karena tak kunjung diperbaiki, aspal pun terkikis.

Kala hujan, tanah yang menutupi jalanan menjadi lumpur.

Dan, setiap kendaraan yang lewat terparter di sana.

Kendaraan pun antre berjam-jam untuk lewat.

Untungnya, ada warga yang menunjukkan jalan setapak sempit untuk menghindari kubangan lumpur di badan jalan yang membuat kemacetan.

"Jalan setapak pinggir sawah, sehingga jam satu sudah bisa sampai di rumah sakit," tutur Zaenal kepada Tribunlampung.co.id, Jumat (15/3/2019).

Ibu Hamil 7 Bulan Meninggal Dunia Akibat DBD

Saat tiba di rumah sakit di Unit 2 Tulangbawang, kondisi Aisyah sudah cukup parah.

Sebab, perjalanan yang harusnya cuma dua jam, molor hingga enam jam lebih.

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved