6 Jam Bergelut di Jalan Berlumpur, Gadis Asal Bandung Nyaris Kehilangan Nyawa di Lampung

Selama masa kritis, gadis tersebut harus berjibaku dengan jalan berlumpur selama 6 jam guna mencapai rumah sakit.

6 Jam Bergelut di Jalan Berlumpur, Gadis Asal Bandung Nyaris Kehilangan Nyawa di Lampung
Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnaen
Kondisi ruas jalan nasional Rawajitu-Simpang Penawar yang berlumpur. 

"Alhamdulillah, hari ini (Jumat) kondisi fisik Aisyah berangsur pulih," papar Zaenal.

Jalan poros Rawajitu sesungguhnya hanya sepanjang 61 kilometer (km).

Namun karena rusak parah, waktu tempuh menjadi berjam-jam.

Bahkan terkadang, perjalanan hingga dua hari lantaran banyaknya kubangan yang membuat mobil terjebak lumpur.

Masyarakat sangat berharap perbaikan secepatnya kembali dilanjutkan oleh pemerintah.

Khususnya, bagian jalan utama yang berada di wilayah sidang gunung tiga hingga Kecamatan Rawajitu Selatan.

Pasalnya di wilayah tersebut tidak ada jalan alternatif sama sekali karena merupakan wilayah persawahan yang masuk sebagai lumbung padi nasional.

Bupati Tulangbawang Winarti memastikan tahun ini pemerintah akan melanjutkan tahapan perbaikan ruas jalan poros Simpang Penawar-Rawajitu.

Memang tahun lalu, pemerintah pusat telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 40 miliar untuk perbaikan ruas jalan nasional itu.

"Insya Allah tahun ini akan kembali dilanjutkan jalan Simpang Penawar-Rawajitu Selatan. Ada tambahan Rp 40 miliar tahun ini," terang Winarti, kemarin.

Selama bertahun-tahun, keluhan akan parahnya kerusakan jalan tersebut kerap dilontarkan warga dan pengguna jalan.

Tuntutan masyarakat atas kerusakan jalan kerap membanjiri lini masa di media sosial.

Ari Suharso, warga Rawajitu menuturkan, jalan poros Rawajitu-Simpang Penawar dulunya beraspal pada medio tahun 1995.

"Setelah itu tidak pernah ada perbaikan berarti hanya tambal sulam, itupun oleh pihak perusahaan-perusahaan kanan kiri jalan," ujar Ari.

Untuk diketahui, jalan poros Rawajitu-Simpang Penawar telah tiga kali berubah status.

Sempat Kejang dan Pendarahan, Perawat RSUD Bandar Lampung Meninggal Dunia Diduga karena DBD

VIDEO Live Streaming Debat Ketiga Cawapres Pilpres 2019, Minggu 17 Maret 2019 Pukul 20.00 WIB

VIDEO STREAMING Everton Vs Chelsea Live beIN Sports Premier League

Mulanya, jalan tersebut berstatus jalan kabupaten.

Lalu pada 2009, berubah status menjadi jalan provinsi.

"Diusulkan gubernur Lampung tahun 2014 direalisasi perubahan status jadi jalan nasional akhir tahun 2016. Kalau SK perubahan status dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi tahun 2009 sesuai SK gubernur," tandas Ari. (tribunlampung.co.id/endra zulkarnaen)

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved