Tribun Bandar Lampung

Merasa Bersalah ke Anak Istri, Mantan Kadis PUPR Lampung Selatan Anjar Asmara Menahan Tangis

Anjar Asmara mantan Kadis PUPR Lampung selatan hampir menangis dalam persidangan fee proyek Dinas PUPR Lampung Selatan

Merasa Bersalah ke Anak Istri, Mantan Kadis PUPR Lampung Selatan Anjar Asmara Menahan Tangis
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Mantan Kadis PUPR Lampung Selatan, Anjar Asmara, saatmembacakan pledoi di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 21 Maret 2019 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Anjar Asmara mantan Kadis PUPR Lampung selatan hampir menangis dalam persidangan fee proyek Dinas PUPR Lampung Selatan di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis 21 Maret 2019.

Dalam pembelaannya Anjar Asmara menyampaikan rasa terimakasih pada tim Jaksa Penuntut Umum yang berusaha mencari kebenaran materiil.

"Terimakasih juga saya sampaikan kepada tim kuasa hukum yang memperjuangkan hak-hak saya," ungkapnya pelan sembari menahan tangisnya.

Anjar pun juga sampaikan permohonan maaf kepada saudara dan keluarga besar yang hadir dalam persidangan.

"Terimakasih memberikan dukungan moril setiap detik, saya mohon maaf dan terimakasih telah mengurus anak-anak saya selama ini, kelak anak-anak mendapat kehidupan lebih baik dan cemerlang," ungkapnya.

Dalam nota pembelaan, Anjar menyampaikan saat diangkat menjadi Kadis PUPR merupakan amanat yang sewaktu-waktu yang bisa diberikan dan dicabut.

"Sehingga saya bekerja dengan penuh loyalitas kepada pimpinan saya dan saya tidak memanfaatkan jabatan saya untuk memperkaya diri sendiri," ungkapnya.

Dalam pembelaannya, Anjar mengatakan setelah dilantik ia dipanggil Zainudin Hasan diberikan daftar rekanan yang diploting untuk mendapatkan proyek.

VIDEO - Agus BN Berurai Air Mata Saat Bacakan Pledoi

"Kemudian saya catat dan belakangan saya tahu kalau itu adalah orang dekat dan tim sukses," ujarnya.

"Setelah dicatat, saya sampaikan catatan saya ke staf saya Syahroni, karena dia sudah lama sehingga sudah tahu apa yang dikehendaki oleh bupati, dan memang sejak tahun 2016 Syahroni sudah membentuk tim kecil untuk menjadi peserta lelang termasuk memberikan sarana dan prasarana untuk memuat ploting, saya tidak pernah mengatur besaran fee dan menggunakan uang fee proyek. Tidak ada seperserpun uang fee yang saya gunakan untuk kepentingan saya," imbuhnya

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved