Kasus Suap Lampung Selatan

Sidang Pleidoi Banjir Air Mata, Agus BN Minta Maaf ke Anak-Istri dan Zainudin Hasan

Terdakwa Agus Bakti Nugroho, anggota DPRD nonaktif Provinsi Lampung, berurai air mata saat membacakan pleidoi atau nota pembelaannya secara pribadi.

Sidang Pleidoi Banjir Air Mata, Agus BN Minta Maaf ke Anak-Istri dan Zainudin Hasan
Tribunlampung.co.id/Perdiansyah
Terdakwa Agus BN saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 13 Desember 2018 lalu. 

Sidang Pleidoi Banjir Air Mata, Agus BN Minta Maaf ke Anak-Istri dan Zainudin Hasan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Isak tangis mewarnai sidang lanjutan perkara suap fee proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Selatan.

Terdakwa Agus Bakti Nugroho, anggota DPRD nonaktif Provinsi Lampung, berurai air mata saat membacakan pleidoi atau nota pembelaannya secara pribadi.

Majelis hakim pun sampai minta tolong kepada pengunjung untuk memberikan tisu kepada Agus BN.

"Tenang, tenang. Tolong tenangin dulu. Tolong juga tisu," kata ketua majelis hakim Mansyur Bustami di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis (21/3).

Tangisan Agus merembet ke barisan pengunjung sidang, yang sebagian besar merupakan keluarganya.

Dua orang wanita tak kuasa menahan air matanya dan terus sesenggukan.

Agus BN, dalam nota pembelaannya, menyebut bahwa peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang ia alami sebagai takdir.

"Saya meyakini yang ditakdirkan oleh Allah SWT adalah yang terbaik. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa dan tidak merasa dijebak. Ini adalah risiko pribadi saya sebagai manusia yang mengartikan sebagai loyalitas," ucap Agus.

Orang dekat Bupati nonaktif Lamsel, Zainudin Hasan, ini pun mencurahkan isi hatinya selama delapan bulan mendekam di sel tahanan dan menjalani proses hukum.

Halaman
1234
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved