Kini Ada Visa Progresif untuk Calhaj, Ini Aturannya

Calon jemaah haji (calhaj) yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji akan dikenakan biaya tambahan berupa visa progresif.

Kini Ada Visa Progresif untuk Calhaj, Ini Aturannya
Tribunlampung/Eka
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Bandar Lampung Abdul Basid menjelaskan visa progresif untuk calhaj. 

Kini Ada Visa Progresif untuk Calhaj, Ini Aturannya

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Calon jemaah haji (calhaj) yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji akan dikenakan biaya tambahan berupa visa progresif.

"Jadi sekarang ini intinya semua yang pernah haji ditagih visa progresif. Visa progresif ini diibaratkan punya dua mobil. Nah, mobil yang kedua kena tambahan pajak," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Bandar Lampung Abdul Basid, Minggu (24/3/2019).

Basid menjelaskan, calhaj yang akan melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2019/1440 H di menu Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Perbankan sudah tercantum besaran biaya hajinya.

"Untuk yang belum pernah naik haji di menu Siskohat bank muncul tagihan bagi jemaah haji sebesar Rp 34.987.280 sesuai dengan Keputusan Presiden No 8 Tahun 2019," terangnya.

Akan tetapi, bagi jemaah haji yang pernah naik haji mulai tahun ini dikenakan biaya visa progresif sebesar 2000 riyal yang ekuivalen dengan Rp 7.573.340.

Calhaj yang pernah naik haji tagihan besaran BPIH di menu Siskohat bank jumlahnya Rp 42 juta lebih.

Yuk Travel ke Sini, 5 Negara Ini Bebas Visa dengan Bujet di Bawah Rp 10 Juta

"Besaran BPIH masing-masing jemaah itu sudah tercantum di menu Siskohat perbankan, sehingga bank juga tidak bisa mengubah-ubah angka itu. Bank hanya melakukan payment saja," ungkap Basid.

Ia menerangkan, jumlah pasti CJH Bandar Lampung yang terkena biaya visa progresif belum diketahui karena belum ada data resmi dari Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

"Ya kalau jumlah pastinya belum tahu karena belum ada publish resmi. Namun kalau se-Lampung sekitar 150 yang terdeteksi sudah pernah haji dari total kuota haji Lampung 7.074 orang," jelasnya.

Dalam Keputusan Dirjen Nomor 118 Tahun 2019 disebutkan, pembayaran biaya visa dilakukan bersamaan dengan pelunasan BPIH 2019 ke rekening atas nama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Dalam hal data Pemerintah Arab Saudi tidak mewajibkan pembayaran visa, maka bagi jemaah haji dan TPHD yang telah membayar visa progresif maka biaya visa akan dikembalikan," paparnya.

Akan tetapi untuk pengembalian itu nanti akan dilakukan oleh Ditjen PHU yang mengajukan permohonan ke BPKH.

Tak Patah Arang Ditolak, Pemprov Lampung Usulkan Lagi Embarkasi Haji Penuh

"Kemudian dalam hal data pemerintah Arab Saudi mewajibkan pembayaran visa bagi jemaah haji dan TPHD yang belum melakukan pembayaran, jemaah haji dan TPHD wajib melakukan pembayaran biaya visa," jelasnya.

"Nah biaya visa itu akan ditagih setelah visa keluar. Apabila jemaah tidak melaksanakan pembayaran visa, maka visanya akan dilakukan pencabutan oleh Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA)," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Eka Achmad Solihin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved