Tribun Bandar Lampung

Cegah Pencurian Motor, Ini Langkah yang Diambil Satpol PP Bandar Lampung

Langkah ini diambil pascaterjadinya pencurian sepeda motor di tempat parkir kantor Pemkot Bandar Lampung

Cegah Pencurian Motor, Ini Langkah yang Diambil Satpol PP Bandar Lampung
Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin
Kepala Satpol PP Bandar Lampung Paryanto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Satpol PP Bandar Lampung menutup permanen salah satu pintu keluar dari lingkungan Pemkot Bandar Lampung menuju Jalan Pangeran Diponegoro tepatnya di basement Gedung Sumergow.

Langkah ini diambil pascaterjadinya pencurian sepeda motor di tempat parkir kantor Pemkot Bandar Lampung.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kasatpol PP Kota Bandar Lampung Paryanto saat dijumpai, Selasa (26/3/2019).

"Kami menutup jalan keluar di basement gedung Sumergow yang mengarah keluar ke Jalan Pangeran Diponegoro," ungkapnya.

Paryanto mengatakan, sepeda motor yang dicuri kemungkinan keluar lewat Jalan Pangeran Diponegoro karena itu pihaknya menutup akses keluar menuju Jalan Pangeran Diponegoro.

"Makanya tadi malam palang pakai besi supaya motor tidak bisa lewat. Jadi nanti pintu keluar satu pintu saja," paparnya.

Hal tersebut dilakukan tentunya sebagai bentuk antisipasi pengamanan kendaraan di lahan parkir khususnya di basement gedung Sumergow.

"Kami juga tetap memperketat pengawasan dengan menerjunkan anggota sebanyak 18 personel dan ada penambahan sebanyak 15 petugas lagi untuk pengamanan parkir," jelasnya.

Lagi, Kendaraan Raib di Kantor Pemkot Bandar Lampung

Ia menerangkan kartu parkir yang disiapkan yaitu sebanyak sekitar 2 ribu kartu parkir dengan rincian 1000 kartu parkir untuk roda empat dan 1000 kartu parkir untuk roda dua.

"Jadi di pintu masuk kita kasih kartu parkir mobil dan kartu parkir motor. Jadi pintu keluarnya hanya satu pintu saja. Kalau tadi ada pengendara yang tidak dapat kartu parkir kemungkinan petugasnya sedang ke kamar kecil atau lainnya," katanya.

Ia menyatakan dengan jumlah sebanyak dua ribu kartu parkir yang disiapkan dipastikan siap melayani kendaraan yang parkir di lingkungan Pemkot setiap harinya.

Menurut laporan petugas bahwa terkadang ada pengendara yang masuk tidak mau diberi kartu parkir dengan alasan hanya mengantar saja.

"Tapi tetap akan kita paksa kasih saja. Parkir tidak parkir kasih kartu dan kalau keluar tidak bisa tunjukan kartu parkir maka dicek surat-surat kendaraan misal STNK," tukasnya.

(Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved