Tribun Bandar Lampung

Dihukum 17 Tahun Penjara, Begini Cara Narapidana di Lampung Kendalikan Peredaran Sabu

Seorang narapidana di Lampung mengendalikan peredaran sabu dari balik jeruji besi.

Dihukum 17 Tahun Penjara, Begini Cara Narapidana di Lampung Kendalikan Peredaran Sabu
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Sidang Feri Yanto, terdakwa kasus narkotika jenis sabu di PN Tanjungkarang, Selasa 26 Maret 2019 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seorang narapidana mengendalikan peredaran sabu dari balik jeruji besi.

Feri Yanto (41), mengendalikan peredaran sabu saat masih menjalani hukuman sebagai terpidana kasus narkotika.

Aksinya ini terendus aparat kepolisian. Feri Yanto pun kembali menjalani proses hukum atas kasus tersebut.

Kasusnya berlanjut hingga ke persidangan.

Hari ini Selasa (26/3/2019), majelis hakim kembali menjatuhkan hukuman terhadap Feri Yanto.

Residivis yang sudah malang melintang hingga 4 kali dalam perkara yang sama, Feri Yanto (41) harus menerima putusan dari Majelis Hakim setelah terbukti secara sah dalam persidangan bersalah melakukan perbuatan melawan hukum.

Warga Jalan Ikan Tembalang, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, telah melanggar hukum dengan mengendalikan penyelundupan dan peredaran narkoba dari Jakarta ke Lampung Tengah seberat 5 kilogram sabu dan 3000 butir pil ekstasi.

Dalam persidangan Majelis Hakim yang diketuai oleh Siti Insirah mengatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 jo pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Terdakwa Kurir Sabu 2 Kg Divonis 15 Tahun

"Maka mengadili Feri Yanto dengan pidana selama 17 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan," ungkap Insirah di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Selasa 26 Maret 2019.

Putusan ini termasuk lebih ringan tiga tahun dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Agus Priambodo dengan hukuman penjara selama 20 tahun denda Rp1,5 Miliar subsider 6 bulan.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved