Tribun Bandar Lampung

Pengelolaan Bandara Radin Inten II Beralih ke PT Angkasa Pura II Mulai April

Rencana alih kelola Bandara Radin Inten II ke PT AP II langsung ditindaklanjuti manajemen PT AP II.

Pengelolaan Bandara Radin Inten II Beralih ke PT Angkasa Pura II Mulai April
Tribunlampung.co.id/Noval Andriansyah
Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (kiri) bersama Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kanan) memberi keterangan kepada awak media usai menjalin pertemuan di ruang kerja gubernur, Senin, 25 Maret 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Rencana pemerintah pusat menyerahkan pengelolaan Bandara Radin Inten II ke PT Angkasa Pura (AP) II langsung ditindaklanjuti manajemen PT AP II.

Pihak manajemen PT AP II menemui Gubernur Lampung M Ridho Ficardo pada Senin (25/3/2019). Presiden Direktur PT AP II Muhammad Awaluddin bahkan turun langsung beraudiensi dengan Gubernur Ridho.

Dalam pertemuan di ruang kerja Gubernur Ridho terungkap bahwa pengelolaan bandara yang sering disebut Branti itu hampir pasti berpindah ke PT AP II pada April 2019.

Awaluddin menjelaskan, pihaknya tinggal menunggu proses verifikasi aset oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan.

"Verifikasi aset, terakhir sudah dilakukan pada 11 Maret 2019. Mereka (Kemenhub dan Kemenkeu) butuh waktu sekitar 30 hari. Jadi, sekitar 10 atau 11 April 2019 mereka sudah punya angka untuk dibuatkan formula perhitungan, dalam konteks kontribusi tetap dan bagi hasil atau pembagian keuntungan. Plus, rencana penambahan nilai belanja modal," papar Awaluddin usai beraudiensi dengan Ridho.

Awaluddin memastikan, PT AP II sudah menyiapkan sekitar Rp 467,6 miliar sebagai belanja modal yang telah dimasukkan ke pemerintah.

"Istilahnya begini. Besok, misalnya, kami tanda tangan BASTO (Berita Acara Serah Terima Operasional dari Kemenhub ke AP II), lusa kami sudah bisa kerja untuk apapun dari alokasi investasi itu (Rp 467,6 miliar)," ucap Awaluddin.

Sementara Gubernur Ridho berharap proses alih kelola Bandara Radin Inten II bisa dipercepat. Sehingga, pengembangan bandara yang sudah berstatus internasional tersebut bisa segera dilaksanakan.

"Lampung siap. Siapa saja yang mengelola, asalkan untuk kebaikan Lampung, kami siap," katanya.

Aero City

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengungkap beberapa poin yang mengemuka dalam pertemuan tersebut. Pertama, terkait pengembangan bandara ke depan. Termasuk, pemanfaatan lahan-lahan Pemprov Lampung untuk pengembangan bandara lebih lanjut.

"Tentunya dibutuhkan investasi, baik dari PT AP II maupun investor lainnya. Karena kalau hanya mengandalkan pemda, tentu tidak akan cukup kemampuan fiskalnya," kata Ridho.

Ia menambahkan, aero city menjadi arah pengembangan Bandara Radin Inten II ke depan

"Muka belakang (bandara) kemungkinan akan jadi muka depan, karena tersambung langsung dengan jalan tol," ujar Ridho. (Tribunlampung.co.id/Noval Andriansyah)

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved