Tribun Pesawaran

Kampung Keluarga Berencana Inovasi Unggulan Pemkab Pesawaran

Itu salah satu inovasi strategis dalam pelaksanaan pogram Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga secara utuh dan terintegrasi.

Kampung Keluarga Berencana Inovasi Unggulan Pemkab Pesawaran
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan Cahyono

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Kampung Keluarga Berencana menjadi program unggulan Kabupaten Pesawaran tahun ini.

Itu salah satu inovasi strategis dalam pelaksanaan pogram Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga secara utuh dan terintegrasi.

Hal tersebut disampaikan staf ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sekretariat Pemkab Pesawaran M Gursil.

Titik perhatian program tersebut menurutnya, generasi yang berencana pendewasaan usia perkawinan.

"Usia perkawinan yang dewasa untuk wanita minimal usia 21 tahun dan pria 25 tahun".

BMKG Lampung Prediksi Kemarau di Pringsewu-Pesawaran Mulai Mei

"Keberhasilan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga memang tidak terlihat secara fisik dalam waktu yang singkat,” ujarnya, Senin (1/4/2019). 

 Menurut Gusril, program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga merupakan program hulu yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan program lainnya.

Seperti penyediaan pangan, lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. 

 Ia menambahkan, tingginya pertumbuhan penduduk bisa memengaruhi tingginya biaya kesehatan, pemenuhan biaya pendidikan dan semakin tinggi pemenuhan biaya hidup yang harus ditanggung. 

Belajar Jurnalistik, Murid SMPN 5 Pesawaran Kunjungi Tribun Lampung

Selain itu, kegagalan program tersebut akan berakibat pada penyediaan daya tampung dan daya dukung lingkungan, berkurangnya sumber pangan, air dan kebutuhan hidup yang semakin tidak seimbang. 

"Jika ini terjadi, dikhawatirkan akan terjadi krisis pangan, krisis air dan dampak lain yang berkaitan dengan berkurangnya potensi sumber daya alam serta berdampak kepada kelestarian lingkungan".

"Berlandas hal ini lah Kampung Keluarga Berencana digulirkan,” jelas Gusril. (*)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved