Saat Sahur Termasuk Waktu Mustajab untuk Berdoa, Berikut Penjelasan Ustaz Ahmad Luviadi

Ternyata, waktu makan sahur juga menjadi waktu mustajab untuk berdoa. Bagaimana penjelasan waktu makan sahur menjadi waktu mustajab untuk berdoa?

Saat Sahur Termasuk Waktu Mustajab untuk Berdoa, Berikut Penjelasan Ustaz Ahmad Luviadi
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Berdoa. Saat Sahur Termasuk Waktu Mustajab untuk Berdoa, Berikut Penjelasan Ustaz Ahmad Luviadi. 

Tak terasa, bulan Ramadan segera tiba. Umat muslim diwajibkan melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah membaca niat puasa Ramadan.

Namun bagaimana jika lupa membaca niat puasa Ramadan?

Berikut, penjelasan mengenai niat puasa Ramadan, sebagaimana disampaikan Pembina NS Islamic Entertainment, ustaz Beni Muhammad Antoni.

Menurut Beni, niat wajib dilaksanakan sebelum melakukan ibadah.

Hal itu agar ibadah yang dilakukan tidak sia-sia, termasuk ibadah puasa Ramadan.

"Innamal a’maalu bin niyyat. Setiap sesuatu itu tergantung niatnya," kata ustaz Beni Muhammad Antoni, Kamis (28/3/2019).

Berikut, bacaan niat puasa Ramadan.

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.

Artinya, saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardu di Bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala.

Pembacaan niat, kata Beni, boleh diucapkan secara lisan maupun hanya di dalam hati.

Kalaupun tidak bisa dalam bahasa Arab, niat boleh diucapkan dalam bahasa Indonesia. 

Lalu, kapan waktu membaca niat puasa Ramadan?

Beni menuturkan, hal tersebut tidak perlu diperdebatkan.

Pembacaan niat puasa Ramadan dapat dilakukan saat sahur maupun seusai melaksanakan salat Tarawih.

Bahkan, niat puasa Ramadan bisa diucapkan hanya satu kali pada awal bulan Ramadan.

"Yang penting, harus ada niat," ungkap ustaz Beni Muhammad Antoni.

Hal yang mesti diingat, lanjut Beni, pembacaan niat puasa Ramadan harus dilakukan sebelum terbit fajar atau waktu dimulainya puasa.

Hal itu, menurut Beni, sesuai hadis yang menyebutkan bahwa siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.

"Jadi kalau mau membaca niat puasa, harus sebelum fajar (waktu dimulainya puasa)," kata ustaz Beni Muhammad Antoni.

Tips Sehat Menyantap Makanan Sahur Agar Tubuh Tak Cepat Lemas

Lalu, bagaimana jika lupa membaca niat puasa Ramadan?

Di awal bulan Ramadan, Beni menuturkan, niat puasa Ramadan sebaiknya sudah dibaca.

Dan jika niat puasa Ramadan kembali diucapkan setiap malam, hal tersebut untuk menguatkan niat yang telah dibaca pada awal bulan Ramadan.

"Sehingga ketika lupa membaca niat, kita sudah baca niat di awal bulan Ramadan," ungkap ustaz Beni Muhammad Antoni. (tribunlampung.co.id/sulis markhamah) 

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved