IRT di Pringsewu 2 Kali Gagal Bunuh Diri, Ketiga Kali Tak Bisa Dicegah Lagi Karena Hal Ini

IRT di Pringsewu 2 Kali Gagal Bunuh Diri, Ketiga Kali Tak Bisa Dicegah Lagi Karena Hal Ini

IRT di Pringsewu 2 Kali Gagal Bunuh Diri, Ketiga Kali Tak Bisa Dicegah Lagi Karena Hal Ini
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi -IRT di Pringsewu 2 Kali Gagal Bunuh Diri, Ketiga Kali Tak Bisa Dicegah Lagi Karena Hal Ini 

Pertama kali, bunuh diri dilakukan oleh Jaka Ardiansyah (25) warga Rt/Rw 002/006 Pekon Sukoharjo 3 Barat Kecamatan Sukoharjo, Rabu (13/3/2019) pukul 11.00 WIB.

Keterangan polisi, Jaka nekat bunuh diri karena sakit yang tidak kunjung sembuh. Bunuh diri yang paling ekstrim dilakukan oleh Suherni (45) warga Dusun II Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu selang satu hari kemudian, Kamis (14/3/2019).

Suherni nekat membakar dirinya karena diduga sudah putus asa dengan sakitnya yang tidak kunjung sembuh.

 Terungkap Sosok Menteri Pemesan Vanessa Angel, Tak Ada Dinner Langsung Masuk Kamar

 Denda Rp 250 Ribu Sudah Berlaku, Jangan Merokok Sembarangan di Kota Ini

 Cara Unik Driver Ojol Saat Kampanye sebagai Caleg DPR, Mengaku Pernah Dimarahi Lalu Digandeng

 Juara Esai di Medan, Tim UKM Saintek Unila Rutin Latihan Bicara di Depan Cermin

Psikolog Unila Diah Utaminingsih memgatakan bahwa yang perlu diketahui bahwa setiap orang mempunyai kerentanan yang berbeda-beda. Kerentanan dimaksud dalam menghadapi masalah, dan dalam menghadapi presure atau tekanan kehidupan.

Seseorang yang mampu menghadapi masalahnya itu, kata dia, adalah seseorang yang memiliki endurance atau daya tahan yang bagus.

Kemudian kemampuan untuk meregulasi diri yang bagus. Selain itu, yang tidak kalah penting memiliki suport, atau emosional suport dari sekelilingnya.

"Emosional suport memiliki peranan penting dimana ketika seseorang merasa sendiri atau tidak mampu menyelesaikan masalahnya," ungkap Diah.

Seseorang yang sendiri, lanjut dia, ketika mendapatkan dukungan akan merasa bisa optimis kembali untuk menyelesaikan masalahnya.

Terkadang orang yang tidak bisa menyelesaikan masalah itu menganggap bahwa persoalan tersebut adalah akhir dari segalanya.

Dan merasa masalahnya sangat berat sekali sampai tidak mampu menanggungnya.

Halaman
1234
Editor: Safruddin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved